Telusuri Lokasi Makam Mantan Gubernur Militer di Surabaya, Keluarga Jepang Temui Sejarawan Unesa
Tim langit 7
Rabu, 12 Juni 2024 - 12:00 WIB
Unesa kedatangan tamu dari Jepang, yaitu dr. Yasuoka Shotaro bersama sejumlah keluarganya Selasa, 11 Juni 2024. Mereka mencari tahu lokasi makam mantan gubernur militer Jepang di Surabaya.Foto/Unesa
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kedatangan tamu dari Jepang, yaitu dr. Yasuoka Shotaro bersama keluarga Selasa (11/6/2024). Mereka disambut jajaran pimpinan dan sejarawan Unesa di Meeting Room lantai 7, gedung Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut diungkapkan, Yasuoka Shotaro merupakan cicit dari mantan jenderal gubernur militer Jepang di Surabaya, Yasuoka Masaomi, yang meninggal di Indonesia sekitar 1945.
Kehadirannya untuk menggandeng pakar sejarah Unesa mencari informasi mengenai posisi makam sang mantan jenderal Jepang yang sampai sekarang belum diketahui lokasinya.
Baca juga:Pengabdian Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Unusa Tangani Lansia di Malaysia
Yasuoka menyampaikan keinginannya untuk mengetahui dan melihat kuburan buyutnya. Atas dasar itulah, dia hadir di Unesa. Selain itu, dia juga ingin melihat langsung kehidupan di Surabaya, tempat buyutnya dulu bertugas.
"Paling tidak saya ingin melihat bagaimana kehidupan di Surabaya, sehingga saya bisa membayangkan buyut saya bertugas di sini. Paling tidak saya bisa mengalami itu," ungkapnya.
Kehadirannya di Unesa bukan tanpa alasan. Yasuoka mendapatkan rekomendasi dari Prof. Hayashi Eichi, seorang ahli sejarah Jepang yang khusus mendalami sejarah Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut diungkapkan, Yasuoka Shotaro merupakan cicit dari mantan jenderal gubernur militer Jepang di Surabaya, Yasuoka Masaomi, yang meninggal di Indonesia sekitar 1945.
Kehadirannya untuk menggandeng pakar sejarah Unesa mencari informasi mengenai posisi makam sang mantan jenderal Jepang yang sampai sekarang belum diketahui lokasinya.
Baca juga:Pengabdian Masyarakat, Dosen dan Mahasiswa Unusa Tangani Lansia di Malaysia
Yasuoka menyampaikan keinginannya untuk mengetahui dan melihat kuburan buyutnya. Atas dasar itulah, dia hadir di Unesa. Selain itu, dia juga ingin melihat langsung kehidupan di Surabaya, tempat buyutnya dulu bertugas.
"Paling tidak saya ingin melihat bagaimana kehidupan di Surabaya, sehingga saya bisa membayangkan buyut saya bertugas di sini. Paling tidak saya bisa mengalami itu," ungkapnya.
Kehadirannya di Unesa bukan tanpa alasan. Yasuoka mendapatkan rekomendasi dari Prof. Hayashi Eichi, seorang ahli sejarah Jepang yang khusus mendalami sejarah Indonesia.