Setelah Pandemi, Gerakan Mukena Bersih Bergiat Kembali
Lusi mahgriefie
Rabu, 12 Juni 2024 - 15:00 WIB
Gerakan Mukena Bersih (GMB), komunitas muslimah yang memastikan tersedianya mukena bersih di tempat ibadah umum, musala dan masjid.Foto/Dok GMB
Gerakan Mukena Bersih (GMB) ada sejak tahun 2007 silam. Begitu besar aksi ini hingga merambah 93 kota di Indonesia serta memiliki sekira 1.500 relawan pemelihara.
Sayangnya, saat pandemi aktivitas GMB menurun akibat situasi yang tidak memungkinkan. Namun di 2024 ini GMB bergiat kembali.
GMB merupakan program pembelajaran nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, dengan memastikan tersedianya mukena bersih di tempat ibadah umum (mushola dan masjid).
Baca juga:Syiar dan Aksi Peduli Kebersihan Lewat Gerakan Mukena Bersih
Gerakan ini diprakarsai oleh Gita Saraswati bersama lima teman lainnya yang juga pengurus yakni Diana Herutami, Indrawati DP, Niken Pongky, Dewi H. Gondokoesoemo, dan Siska Utami.
“GMB adalah a lifetime project untuk saya dan pengurus yang lainnya. Ups and downs kami lalui, khususnya saat pandemi selama 3 tahun, kisaran satu tahun kami tidak bersyiar dan sempat harus berpikir ulang untuk menemukan cara yang sesuai dengan perubahan-perubahan gaya hidup masyarakat luas pascapandemi,” ujar Gita saat ditemui Selasa (11/6/2024).
Syiar yang dimaksud Gita adalah melakukan program sosialisasi ke sejumlah daerah untuk menjelaskan apa itu GMB serta menjaring lebih banyak lagi relawan. Relawan inilah yang kemudian membantu menggerakkan GMB untuk mencapai tujuan.
Sayangnya, saat pandemi aktivitas GMB menurun akibat situasi yang tidak memungkinkan. Namun di 2024 ini GMB bergiat kembali.
GMB merupakan program pembelajaran nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari, dengan memastikan tersedianya mukena bersih di tempat ibadah umum (mushola dan masjid).
Baca juga:Syiar dan Aksi Peduli Kebersihan Lewat Gerakan Mukena Bersih
Gerakan ini diprakarsai oleh Gita Saraswati bersama lima teman lainnya yang juga pengurus yakni Diana Herutami, Indrawati DP, Niken Pongky, Dewi H. Gondokoesoemo, dan Siska Utami.
“GMB adalah a lifetime project untuk saya dan pengurus yang lainnya. Ups and downs kami lalui, khususnya saat pandemi selama 3 tahun, kisaran satu tahun kami tidak bersyiar dan sempat harus berpikir ulang untuk menemukan cara yang sesuai dengan perubahan-perubahan gaya hidup masyarakat luas pascapandemi,” ujar Gita saat ditemui Selasa (11/6/2024).
Syiar yang dimaksud Gita adalah melakukan program sosialisasi ke sejumlah daerah untuk menjelaskan apa itu GMB serta menjaring lebih banyak lagi relawan. Relawan inilah yang kemudian membantu menggerakkan GMB untuk mencapai tujuan.