Kemendag Dorong Promosikan Produk Indonesia dengan Gaya Storytelling
Mahmuda attar hussein
Selasa, 07 September 2021 - 17:15 WIB
Ilustrasi promosi produk dengan gaya bercerita. Foto: Langit7/Istock
Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney berkolaborasi dengan University Technology of Sydney (UTS) mempromosikan produk Indonesia menggunakan konsep gaya bercerita (storytelling) dalam program “Indonesia Design Studio."
Indonesia Design Studio sendiri merupakan program untuk memperkenalkan hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia-Australia. Program tersebut sekaligus menjadi mata kuliah di UTS yang telah berjalan sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dan Wakil Rektor UTS pada 15 Juni 2021 lalu.
“Peluang kolaborasi Indonesia dengan Australia semakin terbuka lebar, didukung dengan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah membuka kesempatan kedua negara dalam meningkatkan hubungan ekonomi. Apalagi Indonesia dan Australia merupakan negara bertetangga yang saling membutuhkan,” ujar Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (06/09).
Baca juga:Dukung UMKM, Kemendag Geber Kampanye Bangga Buatan Indonesia
Dalam program tersebut, mahasiswa UTS diwajibkan untuk melakukan program magang di kantor ITPC Sydney. Dengan mempromosikan produk Indonesia melalui penulisan dengan gaya bercerita, yang menjadi salah satu tugas wajibnya.
Untuk mendukung program tersebut, ITPC Sydney menggandeng jurnalis senior Tempo English News Magazine dan kontributor aktif di festival Ubud Writers and Readers untuk memberikan lokakarya penulisan kepada para mahasiswa. Selain itu, mahasiswa UTS juga diminta untuk memberikan masukan terkait galeri produk Indonesia di kantor ITPC Sydney.
Adapun, produk Indonesia yang diperkenalkan juga sejalan dengan visi-misi sebagian besar penduduk Australia yang sifatnya berkelanjutan. Sehingga produk Indonesia diharapkan menjadi lebih menarik dan menyentuh emosi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Australia.
Indonesia Design Studio sendiri merupakan program untuk memperkenalkan hubungan ekonomi dan bisnis Indonesia-Australia. Program tersebut sekaligus menjadi mata kuliah di UTS yang telah berjalan sejak penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi dan Wakil Rektor UTS pada 15 Juni 2021 lalu.
“Peluang kolaborasi Indonesia dengan Australia semakin terbuka lebar, didukung dengan implementasi Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang telah membuka kesempatan kedua negara dalam meningkatkan hubungan ekonomi. Apalagi Indonesia dan Australia merupakan negara bertetangga yang saling membutuhkan,” ujar Direktur Perundingan Bilateral Ni Made Ayu Marthini seperti dikutip dari keterangan resminya, Selasa (06/09).
Baca juga:Dukung UMKM, Kemendag Geber Kampanye Bangga Buatan Indonesia
Dalam program tersebut, mahasiswa UTS diwajibkan untuk melakukan program magang di kantor ITPC Sydney. Dengan mempromosikan produk Indonesia melalui penulisan dengan gaya bercerita, yang menjadi salah satu tugas wajibnya.
Untuk mendukung program tersebut, ITPC Sydney menggandeng jurnalis senior Tempo English News Magazine dan kontributor aktif di festival Ubud Writers and Readers untuk memberikan lokakarya penulisan kepada para mahasiswa. Selain itu, mahasiswa UTS juga diminta untuk memberikan masukan terkait galeri produk Indonesia di kantor ITPC Sydney.
Adapun, produk Indonesia yang diperkenalkan juga sejalan dengan visi-misi sebagian besar penduduk Australia yang sifatnya berkelanjutan. Sehingga produk Indonesia diharapkan menjadi lebih menarik dan menyentuh emosi, dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Australia.