Hikmah Berhaji bagi Arda Naff: Temukan Makna Lahir, Mati dan Pertolongan
Esti setiyowati
Senin, 24 Juni 2024 - 12:00 WIB
Vokalis band Naff, Hatna Danarda atau Arda Naff mengungkapkan pengalamannya selama berhaji tahun ini
Vokalis band Naff, Hatna Danarda atau Arda Naff mengungkapkan pengalamannya selama berhaji tahun ini. Melalui unggahan di Instagram miliknya, Ahad (23/6/2024), Arda Naff mengaku menemukan makna lahir, mati, dan pertolongan dalam perjalanan hajinya.
"Lahir Mati dan Pertolongan. Terima kasih haji, saya jadi menemukan lagi makna ketiganya. Haji begitu Indah. Sangat indah," ungkap suami dari Tantri Syahlindri ini, dilihat Senin (24/6/2024).
Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini pun menceritakan kondisi saat perjalanan menuju Arafah. Arda menggambarkan kemacetan yang terjadi selama di Arafah yang biasanya hanya memakan waktu tempuh 25 menit, namun saat puncak haji menjadi 6 jam perjalanan.
Baca juga:Rilis Single Djakarta, Laleilmanino: Kado Kami bagi Kota dan Warga Jakarta
Selain itu, kondisi macet juga disebabkan oleh jamaah-jamaah yang berbagi kebaikan untuk sesama. Kata Arda, ada yang sedekah payung, makanan, minuman, sehingga jalanan yang dilalui kendaraan macet total.
Waktu yang padat dengan kondisi jalanan macet membuat emosi Arda Naff membuncah. Sadar akan hal itu, ia pun meminta pada sang istri, Tantri Kotak dan saling mengurai kesalahan masing-masing hingga memanjatkan doa selama wukuf.
"Sampai juga di Arafah meskipun waktu yang sangat mepet, saatnya saya menguras emosi, maaf-maafan dengan istri, mengurangi kekurangan kami masing-masing lalu merapal doa yang sudah ditulis di notes. Janji Allah bahwa saat wukuf Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan semua doa. Linangan air mata jadi saksi matahari tenggelam paling indah karena diiringi seruan takbir," urainya.
"Lahir Mati dan Pertolongan. Terima kasih haji, saya jadi menemukan lagi makna ketiganya. Haji begitu Indah. Sangat indah," ungkap suami dari Tantri Syahlindri ini, dilihat Senin (24/6/2024).
Penyanyi jebolan Indonesian Idol ini pun menceritakan kondisi saat perjalanan menuju Arafah. Arda menggambarkan kemacetan yang terjadi selama di Arafah yang biasanya hanya memakan waktu tempuh 25 menit, namun saat puncak haji menjadi 6 jam perjalanan.
Baca juga:Rilis Single Djakarta, Laleilmanino: Kado Kami bagi Kota dan Warga Jakarta
Selain itu, kondisi macet juga disebabkan oleh jamaah-jamaah yang berbagi kebaikan untuk sesama. Kata Arda, ada yang sedekah payung, makanan, minuman, sehingga jalanan yang dilalui kendaraan macet total.
Waktu yang padat dengan kondisi jalanan macet membuat emosi Arda Naff membuncah. Sadar akan hal itu, ia pun meminta pada sang istri, Tantri Kotak dan saling mengurai kesalahan masing-masing hingga memanjatkan doa selama wukuf.
"Sampai juga di Arafah meskipun waktu yang sangat mepet, saatnya saya menguras emosi, maaf-maafan dengan istri, mengurangi kekurangan kami masing-masing lalu merapal doa yang sudah ditulis di notes. Janji Allah bahwa saat wukuf Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan semua doa. Linangan air mata jadi saksi matahari tenggelam paling indah karena diiringi seruan takbir," urainya.