PTGN Perkuat Suplai Gas Alam dan Kondensat di Jawa
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 07 September 2021 - 20:51 WIB
Petugas membangun mother station untuk memperkuat suplai gas alam di Jawa. (foto: humas PTGN)
PT Pertagas Niaga (PTGN) sebagai bagian dari afiliasi sub holding PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan Holding Migas Pertamina, membangun sebuah Mother Station (MS) Compressed Natural Gas (CNG) di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
President Director PTGN Linda Sunarti, mengatakan bahwa Mother Station ini akan mengkompresi gas Pertamina EP Cepu ADK yang berasal dari Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) dengan kapasitas 3,5 MMSFCD hingga 10-12 tahun ke depan.
"PTGN selama ini telah menjadi pemain utama niaga CNG di Pulau Jawa. Kami yakin pembangunan MS mampu mensuplai kebutuhan CNG industri lebih luas lagi dengan harga yang lebih kompetitif," kata Linda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9).
Menurut Linda, hal ini sekaligus menandai pemanfaatan perdana gas yang diproduksi dari sumur PEP C ADK dan disalurkan melalui pipa yang dibangun oleh PT Pertamina Gas (Pertagas). Sehingga distribusi CNG akan lebih cepat dari sisi waktu dan terjamin kepastian suplainya.
Baca juga:Pertamina Luncurkan Aplikasi Monitoring Penyaluran Gas
Selain produk CNG, residu dari gas PEP C ADK akan dimurnikan berbentuk cair dan digunakan sebagai kondensat. Produk ini selanjutnya menjadi pelarut bagi keperluan industri.
"Permintaan industri akan kebutuhan kondensat saat ini cukup tinggi. Kami percaya diri dapat memenuhi keperluan tersebut sehingga kami mengambil peran dalam kemajuan industri nasional," ujarnya.
President Director PTGN Linda Sunarti, mengatakan bahwa Mother Station ini akan mengkompresi gas Pertamina EP Cepu ADK yang berasal dari Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) dengan kapasitas 3,5 MMSFCD hingga 10-12 tahun ke depan.
"PTGN selama ini telah menjadi pemain utama niaga CNG di Pulau Jawa. Kami yakin pembangunan MS mampu mensuplai kebutuhan CNG industri lebih luas lagi dengan harga yang lebih kompetitif," kata Linda dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/9).
Menurut Linda, hal ini sekaligus menandai pemanfaatan perdana gas yang diproduksi dari sumur PEP C ADK dan disalurkan melalui pipa yang dibangun oleh PT Pertamina Gas (Pertagas). Sehingga distribusi CNG akan lebih cepat dari sisi waktu dan terjamin kepastian suplainya.
Baca juga:Pertamina Luncurkan Aplikasi Monitoring Penyaluran Gas
Selain produk CNG, residu dari gas PEP C ADK akan dimurnikan berbentuk cair dan digunakan sebagai kondensat. Produk ini selanjutnya menjadi pelarut bagi keperluan industri.
"Permintaan industri akan kebutuhan kondensat saat ini cukup tinggi. Kami percaya diri dapat memenuhi keperluan tersebut sehingga kami mengambil peran dalam kemajuan industri nasional," ujarnya.