Soal Afghanistan, MUI: Belajar pada Kisah Rasulullah Damaikan Suku Aus dan Khazraj
Ahmad zuhdi
Selasa, 07 September 2021 - 21:46 WIB
Ilustrasi bendera kebangsaan Afghanistan yang sejauh ini masih digunakan meskipun negara tersebut jatuh ke tangan Taliban. Foto: Langit7.id/iStock
Dalam mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik di Afghanistan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyarankan perlunya meneladani Nabi Muhammad SAW saat memulai membangun Madinah. Dalam awal perjalanan dakwah fase Madinah, Nabi melakukan tiga hal fundamental saat itu.
"Pertama, merukunkan dan mendamaikan antara suku Aus dan Khazraj yang telah bertikai selama ratusan tahun. Dua suku ini kemudian dikenal dengan sebutan sahabat Anshar," kata Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan dalam keterangannya, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga:MUI Minta Pemerintahan Jokowi Tak Alergi Kritik, Hukum tak Tumpul ke Atas
Kedua,kata dia, Nabi mempersaudarakan dan mempersatukan antara sahabat Anshar dan Muhajirin. Kemudian ketiga, menciptakan persatuan antar suku, kelompok, dan penganut agama untuk membangun dan membela negara Madinah sebagai negara yang heterogen, multi suku, dan multi agama.
وَأَلهفَ بَْيَ قُلُوِبمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا ِف اْلَرْضِ َجِيعًا مَا أَلهفْتَ بَْيَ قُلُوِبمْ وَلَكِنه اَّللهَ أَلهفَ بَيْنَهُمْ ِإنههُ عَزِيز حَكِيم
"Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha perkasa, Maha bijaksana," ujarnya membacakan surat Al-Anfal ayat 63.
Baca Juga:MUI: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Harus Sejalan dengan Prinsip Islam
"Pertama, merukunkan dan mendamaikan antara suku Aus dan Khazraj yang telah bertikai selama ratusan tahun. Dua suku ini kemudian dikenal dengan sebutan sahabat Anshar," kata Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan dalam keterangannya, Selasa (7/9/2021).
Baca Juga:MUI Minta Pemerintahan Jokowi Tak Alergi Kritik, Hukum tak Tumpul ke Atas
Kedua,kata dia, Nabi mempersaudarakan dan mempersatukan antara sahabat Anshar dan Muhajirin. Kemudian ketiga, menciptakan persatuan antar suku, kelompok, dan penganut agama untuk membangun dan membela negara Madinah sebagai negara yang heterogen, multi suku, dan multi agama.
وَأَلهفَ بَْيَ قُلُوِبمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا ِف اْلَرْضِ َجِيعًا مَا أَلهفْتَ بَْيَ قُلُوِبمْ وَلَكِنه اَّللهَ أَلهفَ بَيْنَهُمْ ِإنههُ عَزِيز حَكِيم
"Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh, Dia Maha perkasa, Maha bijaksana," ujarnya membacakan surat Al-Anfal ayat 63.
Baca Juga:MUI: RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Harus Sejalan dengan Prinsip Islam