Jangan Sampai Menjadi Kufur Nikmat, Kenali Penyebabnya
Lusi mahgriefie
Senin, 01 Juli 2024 - 19:00 WIB
ilustrasi
Bahaya kufur atas nikmat yang dianugerahkan Allah Swt sangatlah besar. Bahkan disebutkan bahwa kufur akan nikmat Allah Swt adalah hina dan tanda kerendahan diri seseorang adalah jika ia kufur terhadap nikmat-Nya.
“Kufur nikmat adalah hina, maksudnya tidak mensyukuri nikmat merupakan tanda kerendahan diri seseorang.” (Syekh M Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihayil Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 7).
Sebelum lebih lanjut membahas kufur nikmat, Ustad Taufik Al Miftah mengajak kita mengenal dahulu apa itu kufur.
Baca juga:Gus Baha: Islam Itu Sederhana, Perbuatan Mubah Bisa Dilakukan untuk Tinggalkan Maksiat
“Apa itu khufur? Khufur itu lawan dari syukur jadi kufur berarti dia tidak bersyukur,” ujar Ustad Taufik dalam tausyiahnya di Majelis Taklim Khoirottunisa, Bintaro, Tangerang Selatan, beberapa hari lalu.
Padahal ada banyak sekali limpahan nikmat Allah Swt kepada hamba-Nya, tetapi sering dari kita tidak menyadari hal itu dan bahkan lupa untuk mensyukurinya.
Seperti tercantum dalam Al Quran surah An Nahl ayat 18 terjemahan:
“Kufur nikmat adalah hina, maksudnya tidak mensyukuri nikmat merupakan tanda kerendahan diri seseorang.” (Syekh M Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihayil Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 7).
Sebelum lebih lanjut membahas kufur nikmat, Ustad Taufik Al Miftah mengajak kita mengenal dahulu apa itu kufur.
Baca juga:Gus Baha: Islam Itu Sederhana, Perbuatan Mubah Bisa Dilakukan untuk Tinggalkan Maksiat
“Apa itu khufur? Khufur itu lawan dari syukur jadi kufur berarti dia tidak bersyukur,” ujar Ustad Taufik dalam tausyiahnya di Majelis Taklim Khoirottunisa, Bintaro, Tangerang Selatan, beberapa hari lalu.
Padahal ada banyak sekali limpahan nikmat Allah Swt kepada hamba-Nya, tetapi sering dari kita tidak menyadari hal itu dan bahkan lupa untuk mensyukurinya.
Seperti tercantum dalam Al Quran surah An Nahl ayat 18 terjemahan: