Inginkah Meninggal di Tanah Suci?
Tim langit 7
Rabu, 03 Juli 2024 - 09:00 WIB
Akh. Muzakki Guru Besar dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Haji 2024
Akh. Muzakki
Guru Besar dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya;
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Haji 2024
Pertanyaan yang ada dalam judul tulisan ini menggelitik sekali. Mungkin sebagian menganggap meninggal di Tanah Suci diharapkan oleh sejumlah jemaah haji. Mungkin juga sebagian lainnya justeru berpandangan sebaliknya: tak diharapkahlah! Lalu pertanyaannya, kapan jemaah haji Indonesia itu berharap dan ingin meninggal di Makkah dan kapan ingin meninggal di tanah air sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan ini tampak sederhana sekali. Namun dalam praktiknya justeru bisa menimbulkan kompleksitasnya tersendiri.
Ternyata, penjelasan dari kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Enny, sangat ilustratif. Yakni, bahwa jemaah haji yang jatuh sakit dan dirawat dalam beberapa waktu lamanya di KKHI justeru tak ada yang ingin meninggal di Tanah Suci. Mereka ingin sembuh dan kembali menyempurnakan ibadahnya, lalu pulang ketemu keluarga di tanah air sendiri.
Baca juga:Haji Difabel Pun Dimuliakan
Guru Besar dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya;
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi Haji 2024
Pertanyaan yang ada dalam judul tulisan ini menggelitik sekali. Mungkin sebagian menganggap meninggal di Tanah Suci diharapkan oleh sejumlah jemaah haji. Mungkin juga sebagian lainnya justeru berpandangan sebaliknya: tak diharapkahlah! Lalu pertanyaannya, kapan jemaah haji Indonesia itu berharap dan ingin meninggal di Makkah dan kapan ingin meninggal di tanah air sendiri?
Pertanyaan-pertanyaan ini tampak sederhana sekali. Namun dalam praktiknya justeru bisa menimbulkan kompleksitasnya tersendiri.
Ternyata, penjelasan dari kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Makkah, dr. Enny, sangat ilustratif. Yakni, bahwa jemaah haji yang jatuh sakit dan dirawat dalam beberapa waktu lamanya di KKHI justeru tak ada yang ingin meninggal di Tanah Suci. Mereka ingin sembuh dan kembali menyempurnakan ibadahnya, lalu pulang ketemu keluarga di tanah air sendiri.
Baca juga:Haji Difabel Pun Dimuliakan