home global news

Akibat Badai Beryl, Ribuan Orang di Pulau Union Kehilangan Rumah

Rabu, 03 Juli 2024 - 14:00 WIB
Badai Berryl yang terjadi Senin lalu meruntuhkan hampir semua rumah di Pulau Union, Britania Raya. Foto: bbc.com
Badai Beryl yang terjadi di Pulau Union, bagian dari St Vincent dan Grenadines, Britania Raya Senin lalu menyebabkan hampir setiap bangunan di pulau itu rata dengan tanah. Lainnya mengalami rusak parah. Akibatnya ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Badai Beryl ini termasuk sebagai badai kategori empat, dengan kecepatan angin berkelanjutan 150mph (240km/jam). Menurut Katrina Coy, direktur Aliansi Lingkungan Pulau Union bahwa Pulau Union berada dalam kondisi yang buruk setelah diserang badai Beryl. “Secara harfiah, hampir seluruh pulau kehilangan tempat tinggal,” kata Coy melalui pesan video, dilansir dari bbc.com, Rabu (3/7/2024).

“Hampir tidak ada bangunan yang masih berdiri. Rumah-rumah rata dengan tanah, jalan-jalan ditutup, tiang-tiang listrik tumbang,” lanjutnya.

Kini tercatat ribuan orang masih hidup tanpa aliran listrik dan banyak yang berada di tempat penampungan sementara di St Vincent dan Grenadines, Grenada dan St Lucia. Meskipun terjadi kekacauan dan tunawisma di setiap inci pulau, seorang nelayan setempat Sebastian Sailly mengatakan, dia bersyukur keadaan tidak menjadi lebih buruk

“Semuanya hilang. Saya tidak punya tempat tinggal saat ini,” katanya. Ia menambahkan prioritas utama masyarakat adalah tempat berlindung. Masyarakat berusaha mengumpulkan kayu dan terpal plastik untuk dijadikan tempat tinggal sementara bagi keluarga mereka. “Dan tentu saja, mencari air dan makanan akan menjadi sulit,” lanjutnya.

Baca juga:Seratus Orang Lebih Tewas dalam Acara Keagamaan di India

Fenomena alam berupa badai bukan hal langka di pulau ini. Namun badai Beryl yang terjadi Senin lalu menjadi hal yang luar biasa. Badai dengan skala besar itu berdampak sangat besar bagi penduduk di sana.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya