LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sebuah insiden terjadi saat berlangsungnya satsang (acara keagamaan umat Hindu) di distrik Hathras, negara bagian Uttar Pradesh, India Utara. Setidaknya ada 116 orang tewas dalam bentrokan tersebut.
Hal tersebut diungkapkan inspektur polisi Jenderal Shalabh Mathur, dilansir dari bbc.com, Rabu (3/7/2024).
Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya tabrakan tersebut. Saksi mata mengatakan, pintu keluar terlalu sempit dan ketika orang-orang keluar, badai debu yang dahsyat menyebabkan kebingungan dan kepanikan, menyebabkan banyak orang terinjak-injak.
![Seratus Orang Lebih Tewas dalam Acara Keagamaan di India]()
Seorang saksi mata, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada BBC, “semuanya baik-baik saja, sampai tiba-tiba saya mendengar jeritan dan sebelum saya menyadarinya, orang-orang saling berjatuhan. Banyak yang hancur dan saya tidak bisa berbuat banyak. Saya beruntung bisa selamat.”
Baca juga:
Inginkah Meninggal di Tanah Suci?Saksi lain mengatakan, “ketika khotbah selesai, semua orang mulai berhamburan keluar,” kata seorang wanita bernama Shakuntala kepada kantor berita Press Trust of India.
“Orang-orang terjatuh ke selokan di pinggir jalan. Mereka mulai berjatuhan satu sama lain dan tertimpa sampai meninggal.”
Belum bisa dipastikan berapa angka pasti korban peristiwa ini. Seorang juru bicara perwira senior polisi di Uttar Pradesh mengatakan kepada BBC bahwa akan memakan waktu berjam-jam untuk merilis penghitungan akhir.
Gambar-gambar menyedihkan dari situs tersebut beredar secara online. Beberapa video menunjukkan korban luka dibawa ke rumah sakit dengan truk pick-up, tuk tuk, dan bahkan sepeda motor.
Di Hathras, jeritan anggota keluarga yang putus asa terdengar di rumah sakit setempat.
Banyak orang berusaha mencari orang yang dicintainya, banyak pula jenazah yang tidak diklaim.
Selain itu masalah lain yaitu kurangnya ambulans untuk mengangkut korban insiden ini. Akhirnya masing-masing ambulans membawa dua hingga tiga jenazah sekaligus.
Kejadian ini bukan kali pertama terjadi di acara-acara keagamaan di India, melainkan sudah sering terjadi dan sering dilaporkan. Penyebabnya karena banyak orang berkumpul di ruang sempit dan tidak mematuhi langkah-langkah keselamatan.
Pada tahun 2018, sekira 60 orang tewas setelah sebuah kereta menabrak kerumunan orang yang sedang menonton perayaan Dusshera, sebuah festival Hindu.
Lalu pada tahun 2013, kerusuhan di sebuah festival Hindu di negara bagian Madhya Pradesh telah menewaskan 115 orang
(ori)