Indonesia Siap Jadi Pusat Produksi Vaksin Covid-19
Muhajirin
Rabu, 08 September 2021 - 11:17 WIB
Kedatangan vaksin Covid-19 di Indonesia. Foto: Dok. Kemenkominfo
Indonesia siap menjadi tuan rumah produksi vaksin Covid-19 di kawasan. Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Pertemuan Menkes G20 di Roma, Italia.
Menkes menerangkan, peningkatan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh dunia merupakan salah satu langkah penting dalam menangani tantangan kesehatan saat ini. Untuk mewujudkannya, Budi menilai transfer teknologi serta peningkatan kapasitas dalam penelitian dan pengembangan, terutama dari negara maju ke seluruh dunia, harus dipercepat.
Baca Juga:94 Persen Pasien Covid-19 Belum Divaksinasi Meninggal Dunia
"Kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh dunia harus dilipatgandakan dan Indonesia siap untuk berkontribusi pada rantai pasokan global vaksin Covid-19," kata Budi dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (8/9/2021).
Langkah penting lainnya, kata dia, yakni akses vaksin yang merata melalui COVAX Facility. "Ini dapat dilakukan dengan cepat melalui B2B atau kerja sama multilateral," ucapnya.
Sejauh ini, kebanyakan vaksin Covid-19 hanya diterima penduduk di negara dengan penghasilan menengah ke atas dan tinggi. Hanya 20 persen dari pasokan vaksin global yang tersedia untuk negara berkembang. Meskipun populasinya hampir setengah dari penduduk dunia.
Baca Juga:Kemenhub Perketat Rute Internasional, Cegah Varian Baru Covid-19 Masuk
Menkes menerangkan, peningkatan kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh dunia merupakan salah satu langkah penting dalam menangani tantangan kesehatan saat ini. Untuk mewujudkannya, Budi menilai transfer teknologi serta peningkatan kapasitas dalam penelitian dan pengembangan, terutama dari negara maju ke seluruh dunia, harus dipercepat.
Baca Juga:94 Persen Pasien Covid-19 Belum Divaksinasi Meninggal Dunia
"Kapasitas produksi vaksin Covid-19 di seluruh dunia harus dilipatgandakan dan Indonesia siap untuk berkontribusi pada rantai pasokan global vaksin Covid-19," kata Budi dikutip dari keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (8/9/2021).
Langkah penting lainnya, kata dia, yakni akses vaksin yang merata melalui COVAX Facility. "Ini dapat dilakukan dengan cepat melalui B2B atau kerja sama multilateral," ucapnya.
Sejauh ini, kebanyakan vaksin Covid-19 hanya diterima penduduk di negara dengan penghasilan menengah ke atas dan tinggi. Hanya 20 persen dari pasokan vaksin global yang tersedia untuk negara berkembang. Meskipun populasinya hampir setengah dari penduduk dunia.
Baca Juga:Kemenhub Perketat Rute Internasional, Cegah Varian Baru Covid-19 Masuk