home edukasi & pesantren

Terima Hibah Rp300 Juta, Mahasiswa Vokasi Unusa Difasilitasi Uji Kompetensi Gratis

Sabtu, 13 Juli 2024 - 10:00 WIB
Salah satu aktivitas uji kompetensi skema pengambilan darah yang dilakukan di LSP Unusa.Foto/ist
Sebanyak 300 mahasiswa program vokasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang berada di program studi diploma III dan IV memperoleh bantuan fasilitasi untuk mengikuti uji kompetensi bersertifikat secara gratis.

Kepastian fasilitas itu diperoleh setelah Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemedikbudristek, Beny Bandanadjaja, mengumumkan penerima pendanaan program sertifikasi kompetensi dan profesi mahasiswa vokasi tahun 2024, pada 10 Juli 2024. Unusa menjadi salah satu PTS di Jawa Timur yang memperoleh program tersebut terbanyak.

Direktur LSP Unusa, Sukemi mengungkapkan, sebanyak tujuh skema sertifikasi kompetensi diusulkan untuk diberikan kepada mahasiswa vokasi yang berada di semester akhir jelang wisuda, masing-masing berada di Prodi D3 Kebidanan dan D3 Keperawatan, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan D4 Analis Kesehatan.

Baca juga:Buruan Daftar! Unair Buka Pendaftaran Kedokteran di Banyuwangi, Kuota 50 Maba

“Kami memang telah mempersiapkan tiap mahasiswa jelang wisuda baik program vokasi maupun akademik untuk mengikuti uji kompetensi. Sesuai surat edaran Rektor bahwa tiap mahasiswa yang akan diwisuda wajib memiliki satu sertifikat kompetensi. Nah dengan adanya bantuan pendanaan dari Dirjen Vokasi ini mahasiswa akan terbantu untuk mendapatkan sertifikat kompetensi,” katanya.

Dalam program dari Dirjen Vokasi ini, kata Sukemi menambahkan, ada tujuh skema yang ditawarkan masing-masing meliputi; Skema Higiene Industri Muda, Skema Spa Bayi, Skema Spa Kehamilan, Skema Perawat Vokasi, Skema Penjaga Lansia, Skema Pengambilan Darah, dan Skema Analis Operasi Laboratorium.

“Jumlah skema sertifikasi yang dimiliki LSP Unusa kini berjumlah 30 skema yang dipersiapkan untuk semua mahasiswa yang akan diwisuda. Jadi Unusa tidak hanya memberikan ijazah sebagai tanda telah menyelesaikan studinya di kampus, tapi juga membekali diri para lulusan dengan minimal satu sertifikat kompetensi,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya