home community

Nurul Hayat: Berbagi Bahagia, Tebar Kebaikan

Sabtu, 10 Juli 2021 - 16:36 WIB
Para peserta didik Nurul Hayat tampak senang dapat mengeyam pendidikan. Foto: instagram @nurulhayatku
Bermula dari keprihatinan terhadap anak yatim di Surabaya, Yayasan Nurul Hayat kini telah melebarkan sayap ke berbagai kota besar di Indonesia. Hingga saat ini, lembaga yang berdiri pada 3 April 2001 itu sudah memiliki 40 cabang. Lembaga itu berpusat di Perum IKIP GN Anyar B-48, Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Nurul Hayat Ustadz Heri Latief mengatakan, Nurul Hayat merupakan lembaga yang lahir dari rutinitas H. Muhammad Molik, pengusaha asal Surabaya, menyantuni anak yatim. Kini lembaga itu memiliki 34 program penyaluran bagi masyarakat terbagi dalam Sektor pendidikan, kesehatan, dakwah, ekonomi, dan sosial kemanusiaan.

Kegiatan Muhammad Molik baru terstruktur menjadi sebuah lembaga pada tahun 2001, itu pun masih berbasis panti asuhan keluarga. Heri menceritakan, pada 2003, manfaat panti asuhan itu tidak maksimal dan luas jika masih berbasis keluarga. Ia lalu menginisiasi untuk mendirikan lembaga atas arahan Pak Molik.

“Kita melihat kurang bagus bergeraknya, kurang maksimal karena yayasan keluarga, akhirnya dibuat lebih profesional. Secara sejarah boleh berlandasarkan keluarga, tapi secara manajemen harus sudah dipisahkan, yang mengurus harus orang yang punya kapabilitas di bidangnya. Dari situ kemudian ganti nama dari Yayasan Panti Asuhan Nurul Hayat menjadi Yayasan Nurul Saja,"kata Heri kepada LANGIT7.ID.

Nurul Hayat mengusung misi mandiri dari segi pembiayaan. Unit usaha didirikan untuk mendukung operasional. Lembaga tersebut terus berkembang. Lalu lambat laun, lembaga yang mulanya konsen di kemanusiaan, merambah ke bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pembedayaan ekonomi.

"Waktu itu 2003-2004 sudah mulai melebar programnnya. Bukan lagi sekedar panti asuhan. Panti asuhan hanya menjadi satu program. Selain itu kita ada menyantuni guru-guru Alquran, membuat pengajian," ucapnya.

Lembaga yang memiliki moto Mengabdi kepada Allah dengan Membangun Umat tersebut bercita-cita mengangkat derajat masyarakat menengah ke bawah. Mereka konsen memberdayakan orang tidak mampu seperti lansia, janda miskin, hingga anak yatim.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
nurul hayat komunitas pendidikan ustadz heri latief sekolah islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya