Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home community detail berita

Nurul Hayat: Berbagi Bahagia, Tebar Kebaikan

Muhajirin Sabtu, 10 Juli 2021 - 16:36 WIB
Nurul Hayat: Berbagi Bahagia, Tebar Kebaikan
Para peserta didik Nurul Hayat tampak senang dapat mengeyam pendidikan. Foto: instagram @nurulhayatku
LANGIT7.ID, Jakarta - Bermula dari keprihatinan terhadap anak yatim di Surabaya, Yayasan Nurul Hayat kini telah melebarkan sayap ke berbagai kota besar di Indonesia. Hingga saat ini, lembaga yang berdiri pada 3 April 2001 itu sudah memiliki 40 cabang. Lembaga itu berpusat di Perum IKIP GN Anyar B-48, Surabaya, Jawa Timur.

Direktur Eksekutif Nurul Hayat Ustadz Heri Latief mengatakan, Nurul Hayat merupakan lembaga yang lahir dari rutinitas H. Muhammad Molik, pengusaha asal Surabaya, menyantuni anak yatim. Kini lembaga itu memiliki 34 program penyaluran bagi masyarakat terbagi dalam Sektor pendidikan, kesehatan, dakwah, ekonomi, dan sosial kemanusiaan.

Kegiatan Muhammad Molik baru terstruktur menjadi sebuah lembaga pada tahun 2001, itu pun masih berbasis panti asuhan keluarga. Heri menceritakan, pada 2003, manfaat panti asuhan itu tidak maksimal dan luas jika masih berbasis keluarga. Ia lalu menginisiasi untuk mendirikan lembaga atas arahan Pak Molik.

“Kita melihat kurang bagus bergeraknya, kurang maksimal karena yayasan keluarga, akhirnya dibuat lebih profesional. Secara sejarah boleh berlandasarkan keluarga, tapi secara manajemen harus sudah dipisahkan, yang mengurus harus orang yang punya kapabilitas di bidangnya. Dari situ kemudian ganti nama dari Yayasan Panti Asuhan Nurul Hayat menjadi Yayasan Nurul Saja," kata Heri kepada LANGIT7.ID.

Nurul Hayat mengusung misi mandiri dari segi pembiayaan. Unit usaha didirikan untuk mendukung operasional. Lembaga tersebut terus berkembang. Lalu lambat laun, lembaga yang mulanya konsen di kemanusiaan, merambah ke bidang pendidikan, kesehatan, dakwah, dan pembedayaan ekonomi.

"Waktu itu 2003-2004 sudah mulai melebar programnnya. Bukan lagi sekedar panti asuhan. Panti asuhan hanya menjadi satu program. Selain itu kita ada menyantuni guru-guru Alquran, membuat pengajian," ucapnya.

Lembaga yang memiliki moto Mengabdi kepada Allah dengan Membangun Umat tersebut bercita-cita mengangkat derajat masyarakat menengah ke bawah. Mereka konsen memberdayakan orang tidak mampu seperti lansia, janda miskin, hingga anak yatim.

"Makanya kita punya program pesantren lansia. Kita ada 1000 janda duafa yang kita santuni setiap bulan. Ada yang memang sifatnya pemberdayaan, kita dirikan sekolah entrepreuner, kemudian kita juga berikan modal usaha. Pada momen qurabn seperti ini, kita berikan modal usaha untuk peternak peternak di desa," ungkapnya.

Fokus di Bidang Pendidikan

Nurul Hayat dalam satu dekade terakhir fokus di pendidikan. Jika dulu hanya memberikan beasiswa kepada anak-anak yatim dan duafa, lima tahun terakhir fokus membangun pesantren di bawah naungan Yayasan Khairunnas.

Heri mengatakan, Khairunnas memadukan sistem pendidikan pesantren tradisional dan pesantren modern. Dia menyebut pendidikan islam saat ini sudah sangat bagus, hanya saja tidak bisa menjangkau spektrum yang lebih luas lagi, karena terkait biaya. Tidak semua orang bisa menikmati pendidikan yang layak.

"Kita ingin kuriukulum yang diterapkan di lembaga-lembaga pendidikan kita sebarkan lebih luas lagi. Tidak hanya secar ekslusif hanya untuk orang berduit. Misalnya pesantren tradisional punya pasarnya sendiri, fokus di ilmu agama dan hasilnya juga akan bagusa, tapi tidak semua orang minat, meski biaya terjangkau. Sebaliknya, sekolah-sekolah modern, mengusung pendidikan agama, dan menyeimbangkan pendidikan umum, sudah sangat bagus, tapi kelemahannya tidak semua orang bisa mengjangkau biayanya," tuturnya.

Nurul Hayat ingin memadukan dua konsep pendidikan itu. Sehingga anak yatim dan duafa bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan modern tak lagi menjadi hak ekslusif orang-orang kaya, tapi orang kurang mampu pun berhak mendapatkan pendidikan yang sama. Itu sejalan dengan cita-cita besar para pendiri bangsa, pendidikan harus merata dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Melalui Yayasan Khairunnas, Nurul Hayat telah memiliki pondok pesantren di berbagai kota seperti di Tubang, Malang, Surabaya, Madiun, hingga Madura.

"Jadi Yayasan Khairunnas itu, sifatnya pesantren," ucap Heri.

Pesantren tersebut dilengkapi dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan program dua tahun untuk santri yang ingin fokus menghafal Alquran. Mereka menjalankan lembaga pendidikan menggunakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Tidak semua santri menetap di pesantren. Heri mengatakan, siswa SD tetap pulang balik layaknya sekolah pada umumnya. Ia berkaca pada psikologi pendidikan anak usia dini yang tidak efektif untuk usia anak SD menetap di pesantren. Secara psikologis mereka harus mendapatkan kasih sayang dari orang tua.

"Sekecil apapun pendidikan agama yang mereka terima, tapi mereka sudah mendapat perhatian besar ke kehidupan mereka, dan itu berpengaruh di hidup mereka. Sebaliknya, sebagus apapun pendidikan agama di usia SD, tapi terpisah dengan orang tua, pasti akan berdampak pada mereka, misalnya cara pandang mereka terhadap orang tua. Maka yang nginap di pesantren itu SMP, SMA, dan pasca-SMA, ada pogram dua tahun tahfiz," ucapnya.

Pada masa pandemi Covid-19, mereka menjadikan pesantren sebagai tempat karantina untuk para santri. Semua aktivitas dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan ketat. Kegiatan yang mengundang kerumunan ditiadakan.

"Di pesantren karantina, kita kurangi kegiatan yang padat.Jjadi, secara prinsip kegiatan kegiatan anak-anak kita kurangi," ucap Heri.

Selain pesantren di bawah naungan Khairunnas, Nurul Hayat juga menggagas Sekolah Masjid. Heri mengatakan, masjid merupakan pusat kegiatan umat Islam. Maka itu, sekolah Masjid tidak hanya mengajarkan adab-adab Islam, tapi menguatkan ilmu bahasa dan ilmu yang berkaitan dengan logika. Itu agar siswa mampu mengimbangi antara ilmu bersifat umum dan ilmu agama.

(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)