Berdakwah di pedalaman, tak semudah berdakwah di kota dengan segala kemudahan fasilitas. Di pedalaman, ragam tantangan kerap ditemui. Mulai dari fasilitas, kondisi geografis hingga sosial masyarakat. Namun di balik itu semua, selalu ada hikmah dan kabar menggembirakan.
Salah satu upaya dakwah terberat adalah berdakwah di pedalaman. Tugas dakwah itu diambil oleh para da'i yang mendirikan Surau Kabah Madani. Surau ini menjadi pusat pendidikan Islam dan Al-Qur'an di pedalaman Kalimantan di Kabupaten Lamandau.
Saat ini banyak bertebaran rumah tahfiz untuk mencetak anak-anak penghafal Al-Qur'an. Namun, orang tua sebaiknya tidak asal pilih menentukan tempat yang tepat untuk belajar Al-Qur'an bagi buah hati.
Menurut pengasuh Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Tunarungu Darul AShom, Yogyakarta, Ustaz Abu Kahfi, waktu yang tepat adalah saat anak sudah bisa berbicara atau interaksi langsung dengan Al-Qur'an.
Pendiri sekaligus pengasuh rumah tahfidz Tunarungu Darul A'Shom, Ustaz Abu Kahfi mengatakan rumah tahfiz sejatinya adalah tempat belajar menghafal bacaan Al-Qur'an.
Ada keinginan insya Allah jika memang ilmu saya sudah bisa bertambah dan kemudian dengan izin Allah menitipkan rezeki, ingin juga membuat rumah tahfiz, ujar Ramzi kepada Langit7.
Umat Islam yang sangat mementingkan hal demikian tentu tergerak hatinya untuk membangun rumah belajar Al-Qur'an ini. Sejumlah publik figur pun mengambil langkah mendirikan rumah tahfiz untuk mewujudkan mimpi tadi.
Ustadz Abdul Khafi pun mendirikan Rumah Tahfidz Tunarungu Darul A'shom di Condong Cantur, Depok Sleman, Yogyakarta. Sekolah ini berdiri pada tahun 2019 dan kini memiliki 12 staf yang mengajar 115 siswa putra putri berusia tujuh hingga 28 tahun.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, mengatakan moratorium dilakukan dalam rangka penataan kelembagaan yang ada saat ini, sekaligus menyiapkan regulasi yang lebih memadai.
Lembaga yang fokus memfasilitas para penghafal Al-Qur'an untuk mengambil sanad tergolong masih sedikit. Untuk itu, Itqon Quran Center (IQC) hadir untuk memfasilitasi para penghafal Al-Qur'an yang ingin mendapatkan sanad.
Al-Qur'an sebagai sumber nilai hendak diterjemahkan Rumah Tahfidz Al-Furqan Bongki menjadi sebuah peradaban Qur'ani di Sinjai, Sulawesi Selatan, daerah para Panritta.
Al-Furqan tak sekadar menjadi rumah untuk kegiatan menghapal saja. Di sana, para santri diajak untuk bertadabbur Qur'an sedari dini, menyelami mutiara hikmah.