LANGIT7.ID - , Jakarta - Tak perlu menunggu waktu lama untuk memasukkan anak ke
rumah tahfiz. Menurut pengasuh
Pondok Pesantren Rumah Tahfiz Tunarungu Darul A’Shom, Yogyakarta,
Ustaz Abu Kahfi, waktu yang tepat adalah saat anak sudah bisa berbicara atau interaksi langsung dengan
Al-Qur'an.
Sebab, lanjut Ustaz Abu Kahfi, ketika telat memasukkan ke rumah tahfiz maka ujiannya agak berat.
Baca juga: Cetak Generasi Quran, Ini 5 Rumah Tahfiz Punya Artis Indonesia"Nanti kalau ada yang masuk telat memang risikonya mereka ujiannya agak berat. Apa yang mereka ucapkan nanti banyak yang di luar Al-Qur'an, yang dia lihat dari internet interaksinya banyak di luar Al-Qur'an. Nah itu, akan mengurangi kecepatan akselerasi
hafalannya," ucapnya.
Untuk mengatasinya, orang tua dapat memilih rumah tahfiz yang memiliki program
santri tidak perlu menginap. Sehingga bisa memasukkan anak sejak dini.
"Di rumah tahfiz ada program untuk usia anak-anak, nanti gurunya datang ke rumah, ada juga yang diantar ke tempat belajarnya. Untuk di rumah orang tuanya tugasnya ikut menjaga program hafalannya," tuturnya.
Baca juga: Upaya Rumah Tahfiz Pertahankan Kualitas Pembelajaran di Tengah PandemiHanya saja, sebut Ustaz Abu Kahfi, untuk program tidak menginap ini membutuhkan usaha lebih keras dan orang tua untuk menjaga hafalannya.
"Ini memang agak ekstra untuk anak-anak, jika memang anaknya tidak mondok atau mungkin di pesantren. Di rumah itu ketelatenan ibu atau orang tua dan menjaga program hafalannya. Jadi peran orang tua sangat penting untuk membantu hafalan anak," tandasnya.
(est)