Penembakan Trump, Saksi Mata Sudah Peringatkan Polisi tapi Tak Digubris
Lusi mahgriefie
Senin, 15 Juli 2024 - 15:54 WIB
Saksi mata insiden penembakan Donald Trump saat kampanye sempat memberi tahu kepada polisi bahwa mereka melihat orang-orang bersenjata.Foto/ist
Saksi mata insiden penembakan Donald Trump saat kampanye mengatakan, sempat memberi tahu kepada polisi bahwa mereka melihat orang-orang bersenjata namun reaksi yang didapat yaitu mereka tak menggubris.
“Kami memberi tahu polisi tentang orang-orang bersenjata tetapi mereka (tetap) membiarkan Trump berpidato (memberikan orasi saat kampanye, red),” ujar Greg, sang saksi kepada BBC seperti dilansir dari news.sky.com, Senin (15/7/2024).
Greg menambahkan, ia menyaksikan saat pelaku membawa senapan dan merangkak di atas sebuah gedung di luar lokasi kejadian. Dia mengaku melihat pria bersenjata itu sekitar lima menit setelah pidato Trump.
Baca juga:Donald Trump Ditembak dari Jarak 150 Meter Saat Kampanye
“Kami melihat pria itu sedang merangkak ke atas atap gedung di samping kami, 50 kaki dari kami. Dia punya senapan, kami bisa melihat dengan jelas senapannya. Kami menunjuk ke arahnya, polisi di bawah sana berlarian di tanah, kami seperti: ‘Hei kawan, ada seorang pria di atap dengan senapan’... dan polisi tidak tahu apa yang sedang terjadi,” jelasnya.
Saat itu Greg mengaku bingung sebab saat ia melaporkan hal tersebut, pihak keamanan tidak menghentikan Trump berbicara. Melainkan tetap membiarkan mantan presiden Amerika Serikat itu tetap berorasi di hadapan audiens.
“Saya berpikir dalam hati: ‘Mengapa Trump masih berbicara, mengapa mereka tidak menariknya dari panggung’... hal berikutnya yang Anda tahu, lima tembakan terdengar,” katanya.
“Kami memberi tahu polisi tentang orang-orang bersenjata tetapi mereka (tetap) membiarkan Trump berpidato (memberikan orasi saat kampanye, red),” ujar Greg, sang saksi kepada BBC seperti dilansir dari news.sky.com, Senin (15/7/2024).
Greg menambahkan, ia menyaksikan saat pelaku membawa senapan dan merangkak di atas sebuah gedung di luar lokasi kejadian. Dia mengaku melihat pria bersenjata itu sekitar lima menit setelah pidato Trump.
Baca juga:Donald Trump Ditembak dari Jarak 150 Meter Saat Kampanye
“Kami melihat pria itu sedang merangkak ke atas atap gedung di samping kami, 50 kaki dari kami. Dia punya senapan, kami bisa melihat dengan jelas senapannya. Kami menunjuk ke arahnya, polisi di bawah sana berlarian di tanah, kami seperti: ‘Hei kawan, ada seorang pria di atap dengan senapan’... dan polisi tidak tahu apa yang sedang terjadi,” jelasnya.
Saat itu Greg mengaku bingung sebab saat ia melaporkan hal tersebut, pihak keamanan tidak menghentikan Trump berbicara. Melainkan tetap membiarkan mantan presiden Amerika Serikat itu tetap berorasi di hadapan audiens.
“Saya berpikir dalam hati: ‘Mengapa Trump masih berbicara, mengapa mereka tidak menariknya dari panggung’... hal berikutnya yang Anda tahu, lima tembakan terdengar,” katanya.