Utusan UE untuk Timur Tengah Berjanji Dorong Solusi Dua Negara
Nabil
Ahad, 21 Juli 2024 - 06:55 WIB
Utusan UE untuk Timur Tengah Berjanji Dorong Solusi Dua Negara
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Penolakan keras Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap negara Palestina tidak menyurutkan keyakinan utusan perdamaian Uni Eropa untuk Timur Tengah bahwa solusi dua negara masih bisa dicapai.
Sven Koopmans, dalam wawancara dengan AFP, mengatakan dengan perang Gaza yang masih berlangsung dan Israel membutuhkan dukungan internasional, pemerintah Netanyahu tidak bisa terus-menerus mengabaikan pandangan Eropa tentang penyelesaian konflik.
Netanyahu dan beberapa menteri dalam pemerintahan sayap kanannya dengan tegas menentang pembentukan negara Palestina, yang menurut banyak pihak menjadi semakin mendesak sejak serangan Hamas 7 Oktober memicu perang yang menghancurkan.
"Saya pikir baru-baru ini dia sangat eksplisit menolak solusi dua negara," kata Koopmans.
"Nah, itu berarti dia memiliki sudut pandang yang berbeda dari sebagian besar dunia lainnya."
Diplomat Belanda itu mengatakan penolakan satu pihak terhadap "hasil yang kami yakini diperlukan" tidak berarti upaya mencari solusi harus berhenti.
Bulan lalu Uni Eropa mengundang Israel untuk membahas Gaza dan hak asasi manusia.
Sven Koopmans, dalam wawancara dengan AFP, mengatakan dengan perang Gaza yang masih berlangsung dan Israel membutuhkan dukungan internasional, pemerintah Netanyahu tidak bisa terus-menerus mengabaikan pandangan Eropa tentang penyelesaian konflik.
Netanyahu dan beberapa menteri dalam pemerintahan sayap kanannya dengan tegas menentang pembentukan negara Palestina, yang menurut banyak pihak menjadi semakin mendesak sejak serangan Hamas 7 Oktober memicu perang yang menghancurkan.
"Saya pikir baru-baru ini dia sangat eksplisit menolak solusi dua negara," kata Koopmans.
"Nah, itu berarti dia memiliki sudut pandang yang berbeda dari sebagian besar dunia lainnya."
Diplomat Belanda itu mengatakan penolakan satu pihak terhadap "hasil yang kami yakini diperlukan" tidak berarti upaya mencari solusi harus berhenti.
Bulan lalu Uni Eropa mengundang Israel untuk membahas Gaza dan hak asasi manusia.