Unusia Putuskan Zainul Maarif Langgar Etik, ke Israel Pakai Atribut Kampus Tanpa Izin
Tim langit 7
Senin, 22 Juli 2024 - 07:00 WIB
Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memutuskan Zainul Maarif terbukti melanggar etik terkait kasusnya bertemu dengan Presiden Israel
Mahkamah Etik Pegawai Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) memutuskan Zainul Maarif terbukti melanggar etik terkait kasusnya bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog pada 3 Juli 2024.
Sidang etik dilaksanakan Unusia pada Rabu (17/7/2024) di kampus A Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.
"Sidang memutuskan bahwa yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik dan menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," ungkap Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri dikutip dari NU Online.
Dalam proses klarifikasi di sidang etik tersebut, Zainul Maarif telah mengonfirmasi beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Mahkamah Etik tentang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan di Israel, mulai dari pemberangkatan, selama di sana, sampai setelah pulang dari Israel.
Baca juga:PBNU Keluarkan Edaran Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel
Berdasarkan hasil klarifikasi Zainul Maarif, Mahkamah Etik Pegawai Unusia menyimpulkan:
Pertama, aktivitas Saudara Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia, namun yang bersangkutan menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.
Sidang etik dilaksanakan Unusia pada Rabu (17/7/2024) di kampus A Jalan Taman Amir Hamzah Jakarta Pusat.
"Sidang memutuskan bahwa yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran etik dan menyatakan mundur sebagai pegawai Unusia. Pernyataan mundur ini disampaikan secara tertulis oleh yang bersangkutan pada tanggal 19 Juli 2024," ungkap Kepala Biro Humas Unusia, Dwi Putri dikutip dari NU Online.
Dalam proses klarifikasi di sidang etik tersebut, Zainul Maarif telah mengonfirmasi beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Mahkamah Etik tentang seluruh aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan di Israel, mulai dari pemberangkatan, selama di sana, sampai setelah pulang dari Israel.
Baca juga:PBNU Keluarkan Edaran Larangan Kerja Sama dengan Lembaga Berafiliasi Israel
Berdasarkan hasil klarifikasi Zainul Maarif, Mahkamah Etik Pegawai Unusia menyimpulkan:
Pertama, aktivitas Saudara Zainul Maarif ke Israel merupakan undangan pribadi dan tidak memiliki sangkut paut sama sekali dengan Unusia, namun yang bersangkutan menggunakan atribut Unusia tanpa meminta dan mendapat persetujuan Pimpinan Unusia.