home lifestyle muslim

Dikembangkan Inggris, Vaksin Cacar Pertama Kali Diciptakan Turki Utsmani

Rabu, 08 September 2021 - 21:45 WIB
Matahari melambangkan kebesaran negara Ottoman Medali hijau di Matahari dengan stempel sultan (Tughra) di dalamnya melambangkan Dinasti Utsmaniyah yang agung. Foto: Langit7.id/iStock
Peneliti seniorInstitute for The Study of Islamic Thought and Civilizations(Insists), Ustadz Henri Shalahuddin, menyebut, Darussifa merupakan rumah sakit berbasis wakaf yang pertama kali menemukan metode vaksin pada era Turki Utsmani. Metode itu lalu dikembangkan seorang dokter asal Inggris, Edward Jenner, pada 1717.

"Edward Jenner hanya mengembangkan saja. Biasalah pengembangan lebih sempurna dari sebelumnya. Tetapi al-fadhlu lil mubtadi' wa in ahsanal muqtadi (apresiasi dan keutamaan itu diberikan bagi orang yang mengawali, bukan orang yang meniru. Walaupun yang meniru itu lebih baik dari yang mengawali)," kata Ustadz Henri kepadaLANGIT7.ID, Rabu (8/9/2021).

Baca Juga:Abad 15 Turki Utsmani, Ilmu Medis Darrusifa Sukses Vaksinasi Penderita Cacar

Atas dasar itu, kada dia, Katedral Lichfield memberikan penghargaan dan membuat monumen ucapan terima kasih kepada Lady Mary W. Montagu, istri Edward Wortley Montagu sekaligus Duta Besar Inggris untuk Turki Utsmani di Istanbul dari 1716-1717 M.

"Ia dianggap telah berkontribusi membawa metode penyembuhan dari Turki Utsmani atas wabah cacar yg banyak memakan korban jiwa di Inggris," kata Ustadz Henri.

Mengutip laman resmi Insists, pada 1 April 1717 M, Lady Mary W. Montagu mengirim surat kepada temannya di Inggris, Sarah Chiswell, setelah mengamati metode injeksi cacar Turki di Edirne.

Dalam suratnya, Lady Mary W. Montagu menjelaskan tata cara injeksi dilakukan. Cacar di Turki tak lagi dianggap berbahaya setelah penemuan metode pencangkokan atauengrafting, yakni jaringan hidup dari penderita ditransplantasikan melalui pembedahan.Baca Juga:Klaim Vaksin Pertama Kali Ditemukan di Era Turki Utsmani, Begini Kisahnya
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
henri shalahuddin utsmani wabah cacar kedokteran lady mary w montagu
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya