Uni Eropa Kampanye Zero Emisi, GAPKI: Lahan hanya 8 Persen untuk Sawit
Mahmuda attar hussein
Rabu, 08 September 2021 - 22:14 WIB
Wilayah perkebunan sawit. Foto: Langit7/Istock
Wilayah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah merupakan sentra kelapa sawit. Produk kelapa sawit memiliki banyak manfaat yang tidak hanya sebagai bagian dari produk minyak, tapi juga menjadi bahan baku pakaian, bahkan produk sabun cuci sekali pun.
Namun, belakangan sektor kelapa sawit sering disebut-sebut sebagai penyebab deforestasi yang terjadi di Indonesia. Padahal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, pada periode 2019-2020 Indonesia berhasil mengurangi deforestasi hingga titik terendah sepanjang sejarah, melalui moratorium dan kebijakan lainnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono mengatakan, sektor perkebunan kelapa sawit selalu menjadi topik hangat di tingkat global karena diduga menjadi penyebab terjadinya deforestasi. Termasuk deforestasi di Indonesia yang tinggi, yang juga disebut bersumber dari perkebunan kelapa sawit.
Terlebih, organisasi antar pemerintah seperti Uni Eropa belakangan mengangkat isu deforestasi sebagai sesuatu yang cukup besar. Di mana isu deforestasi Indonesia disebutkan turut menyumbang pada isu global seperti perubahan iklim
“Padahal kita punya data dari KLHK yang menyebutkan tingkat deforestasi Indonesia turun terendah sepanjang sejarah, yakni sebesar 75 persen. Sehingga saya rasa penting untuk menggaungkan data dari KLHK kepada dunia terkait penurunan deforestasi terendah sepanjang sejarah pencatatan ini,” jelasnya di INA Palm Oil Talkshow: The Fact of Indonesian Deforestation’s Rate, Rabu (8/9).
Baca juga:Deforestasi Indonesia Turun Hingga 75 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah
Menurutnya, isu deforestasi yang menjadi sorotan global selalu menyasar kepada sektor kelapa sawit. Padahal, di Indonesia sendiri hanya sekitar delapan persen dari luas lahan yang keseluruhan yang ada yang digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.
Namun, belakangan sektor kelapa sawit sering disebut-sebut sebagai penyebab deforestasi yang terjadi di Indonesia. Padahal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, pada periode 2019-2020 Indonesia berhasil mengurangi deforestasi hingga titik terendah sepanjang sejarah, melalui moratorium dan kebijakan lainnya.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono mengatakan, sektor perkebunan kelapa sawit selalu menjadi topik hangat di tingkat global karena diduga menjadi penyebab terjadinya deforestasi. Termasuk deforestasi di Indonesia yang tinggi, yang juga disebut bersumber dari perkebunan kelapa sawit.
Terlebih, organisasi antar pemerintah seperti Uni Eropa belakangan mengangkat isu deforestasi sebagai sesuatu yang cukup besar. Di mana isu deforestasi Indonesia disebutkan turut menyumbang pada isu global seperti perubahan iklim
“Padahal kita punya data dari KLHK yang menyebutkan tingkat deforestasi Indonesia turun terendah sepanjang sejarah, yakni sebesar 75 persen. Sehingga saya rasa penting untuk menggaungkan data dari KLHK kepada dunia terkait penurunan deforestasi terendah sepanjang sejarah pencatatan ini,” jelasnya di INA Palm Oil Talkshow: The Fact of Indonesian Deforestation’s Rate, Rabu (8/9).
Baca juga:Deforestasi Indonesia Turun Hingga 75 Persen, Terendah Sepanjang Sejarah
Menurutnya, isu deforestasi yang menjadi sorotan global selalu menyasar kepada sektor kelapa sawit. Padahal, di Indonesia sendiri hanya sekitar delapan persen dari luas lahan yang keseluruhan yang ada yang digunakan sebagai perkebunan kelapa sawit.