Pengmas FEB UWKS, Latih 75 Guru SMAN 12 Surabaya Buat Pelaporan Pajak
Tim langit 7
Sabtu, 27 Juli 2024 - 08:00 WIB
Seorang guru SMAN 12 Surabaya mengikuti pelatihan pelaporan pajak yang disampaikan tim dosen UWKS, Jumat (26/7/2024).
Sebanyak 75 guru SMAN 12 Surabaya mendapatkan pelatihan pelaporan pajak, Jumat (26/7/2024). Materi pelatihan disampaikan tim dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).
Ada tiga dosen yang memberi materi sekaligus pendampingan, yaitu Yanis Ulul Azmi, Pratiwi Dwi Karjati dan Wiwik Herawati. "Kami menyampaikan materi bagaimana membuat pelaporan pajak melalui e-filling," kata Yanis saat memberi materi.
Yanis juga menyinggung kebiasaan buruk wajib pajak yang suka mengulur waktu atau memilih waktu di akhir. Setiap tahun, katanya, kita diberi waktu mulai Januari hingga Maret untuk melaporkan.
"Namun yang terjadi, banyak yang memilih bulan Maret untuk mmembuat laporan. Ini cukup berisiko karena di akhir-akhir waktu biasanya banyak yang mengakses, sehingga kendalanya lemot dan macet," tambahnya.
Baca juga:Guru Besar UIN Walisongo Semarang Gagas Fikih Anti Selingkuh
Salah seorang guru mengaku terbantu dengan adanya pelatihan sekaligus pendampingan ini. "Paling tidak dengan kegiatan ini kami diingatkan kembali mengenai pelaporan pajak. Soalnya terkadang kami ini lupa bagaimana mengaksesnya," akunya.
Wakil Dekan III FEB, James Tumewu menegaskan, kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat (pengmas). "Kami ingin membantu para guru untuk membuat pelaporan yang baik dan benar serta tertib. Dengan membayar pajak merupakan bentuk pengabdian juga kepada negara," terangnya.
Ada tiga dosen yang memberi materi sekaligus pendampingan, yaitu Yanis Ulul Azmi, Pratiwi Dwi Karjati dan Wiwik Herawati. "Kami menyampaikan materi bagaimana membuat pelaporan pajak melalui e-filling," kata Yanis saat memberi materi.
Yanis juga menyinggung kebiasaan buruk wajib pajak yang suka mengulur waktu atau memilih waktu di akhir. Setiap tahun, katanya, kita diberi waktu mulai Januari hingga Maret untuk melaporkan.
"Namun yang terjadi, banyak yang memilih bulan Maret untuk mmembuat laporan. Ini cukup berisiko karena di akhir-akhir waktu biasanya banyak yang mengakses, sehingga kendalanya lemot dan macet," tambahnya.
Baca juga:Guru Besar UIN Walisongo Semarang Gagas Fikih Anti Selingkuh
Salah seorang guru mengaku terbantu dengan adanya pelatihan sekaligus pendampingan ini. "Paling tidak dengan kegiatan ini kami diingatkan kembali mengenai pelaporan pajak. Soalnya terkadang kami ini lupa bagaimana mengaksesnya," akunya.
Wakil Dekan III FEB, James Tumewu menegaskan, kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat (pengmas). "Kami ingin membantu para guru untuk membuat pelaporan yang baik dan benar serta tertib. Dengan membayar pajak merupakan bentuk pengabdian juga kepada negara," terangnya.