home edukasi & pesantren

Pesantren Yatim Al-Kasyaf Bandung Biayai Santri dari Usaha Bank Sampah dan Pertanian Organik

Senin, 29 Juli 2024 - 08:00 WIB
Pesantren Yatim Al-Kasyaf mengembangkan pesantren ramah lingkungan yang selaras dengan upaya masyarakat dunia untuk mengekang perubahan iklim dan pemanasan global.
Pondok Pesantren Yatim Al-Kasyaf di Kampung Sukamaju, Desa Cimekar, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung merupakan pondok pesantren yang sangat unik dan bisa dijadikan prototipe pondok pesantren kekinian yang bisa menjawab tantangan zaman.

Pesantren Yatim Al-Kasyaf mengembangkan pesantren ramah lingkungan yang selaras dengan upaya masyarakat dunia untuk mengekang perubahan iklim dan pemanasan global.

Pimpinan Pondok Pesantren Yatim Al-Kasyaf, Giovani menuturkan bahwa jumlah santri saat ini ada sekitar 100-150 anak. Para santri itu merupakan anak-anak yatim dan dhuafa. Mereka tidak dipungut biaya sepeser pun.

"Sementara untuk membiayai operasional pondok dan menunjang kehidupan para santri, Pesantren Yatim Al-Kasyaf telah memiliki usaha Bank Sampah Induk dan Pertanian organik," ungkap Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Arief Agus dikutip dai NU Online, Senin (29/7/2024).

Baca juga:Guru Besar UIN Walisongo Semarang Gagas Fikih Anti Selingkuh

Arief Agus mengungkapkan, sampah-sampah yang didapatkan dari perumahan, rumah makan, dan perkantoran dikelola secara profesional oleh para santri. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan magot.

Kompos digunakan untuk pupuk sayuran organik dan magot menjadi akan hewan ternak, seperti ikan, ayam, dan domba.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya