Penjualan Terus Menurun Efek Boikot, McDonald’s Berupaya Ubah Harga Produk
Lusi mahgriefie
Selasa, 30 Juli 2024 - 19:00 WIB
McDonalds tengah mempertimbangkan kembali strategi penetapan harga untuk produk miliknya, setelah penurunan konsumen yang berdampak pada penjualan.Foto/ilustrasi
McDonald's tengah mempertimbangkan kembali strategi penetapan harga untuk produk miliknya, setelah penurunan konsumen yang berdampak pada penjualan di restoran raksasa makanan cepat saji tersebut.
Gerai yang dibuka setidaknya selama satu tahun mengalami penurunan penjualan sebesar 1% selama periode April-Juni dibandingkan dengan tahun sebelumnya (penurunan pertama sejak pandemi).
Penurunan ini terjadi meskipun restoran hamburger tersebut telah menawarkan potongan harga, dalam rangka mencoba “memenangkan” kembali pelanggan yang telah memboikot restoran tersebut karena perang Israel-Gaza. Melansir bbc.com, Selasa (30/7/2024).
Baca juga:Rugi USD13 Miliar, Starbucks di Titik Penurunan Kritis Efek Aksi Boikot
Bos Chris Kempczinski mengatakan hasil buruk telah memaksa perusahaan untuk “memikirkan ulang secara komprehensif” mengenai harga. Dia mengatakan kepada investor bahwa perusahaan akan bersandar pada diskon untuk mencoba menghentikan penurunan penjualan.
Para eksekutif menunjuk pada promosi baru-baru ini, seperti misalnya paket Happy Meal seharga USD5 di Amerika Serikat, sementara di Inggris berlaku promo khusus untuk pengunjung yaitu bisa memilih tiga item seharga £3.
Upaya tersebut diperkirakan akan diperpanjang dalam beberapa bulan mendatang dan perusahaan tersebut mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan pewaralaba dalam upaya “nilai” lainnya.
Gerai yang dibuka setidaknya selama satu tahun mengalami penurunan penjualan sebesar 1% selama periode April-Juni dibandingkan dengan tahun sebelumnya (penurunan pertama sejak pandemi).
Penurunan ini terjadi meskipun restoran hamburger tersebut telah menawarkan potongan harga, dalam rangka mencoba “memenangkan” kembali pelanggan yang telah memboikot restoran tersebut karena perang Israel-Gaza. Melansir bbc.com, Selasa (30/7/2024).
Baca juga:Rugi USD13 Miliar, Starbucks di Titik Penurunan Kritis Efek Aksi Boikot
Bos Chris Kempczinski mengatakan hasil buruk telah memaksa perusahaan untuk “memikirkan ulang secara komprehensif” mengenai harga. Dia mengatakan kepada investor bahwa perusahaan akan bersandar pada diskon untuk mencoba menghentikan penurunan penjualan.
Para eksekutif menunjuk pada promosi baru-baru ini, seperti misalnya paket Happy Meal seharga USD5 di Amerika Serikat, sementara di Inggris berlaku promo khusus untuk pengunjung yaitu bisa memilih tiga item seharga £3.
Upaya tersebut diperkirakan akan diperpanjang dalam beberapa bulan mendatang dan perusahaan tersebut mengatakan pihaknya sedang bekerja sama dengan pewaralaba dalam upaya “nilai” lainnya.