home global news

Muhammadiyah Tak Akan Pecah Gegara Tambang

Rabu, 31 Juli 2024 - 16:11 WIB
Muhammadiyah Tak Akan Pecah Gegara Tambang
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Beberapa teman minta tanggapan saya atas polemik internal setelah Muhammadiyah menerima pemberian lahan tambang batubara dari Pemerintah. Di jagat media sosial ramai sekali: ada yang pro atau sebaliknya. Juga melibatkan tokoh elit Muhammadiyah sebagai rujukannya.

HM. Amien Rais, satu dari tokoh utama Muhammadiyah adalah pihak yang kontra. Sempat "marah" besar dengan mengandaikan Muhammadiyah telah menerima kail beracun.

Saya katakan, Muhammadiyah tidak akan pecah gegara tambang. Karena Matan dan Kepribadian Muhammadiyah telah mampu menjadi daya ikat yang kuat. Riak-riak ketidaksetujuan itu akan berlangsung sebentar saja. Contohnya ada. Bahkan lebih berat lagi karena perselisihan di unsur Pimpinan Pusat (PP). Terjadi di zaman Orde Lama. Di Pemerintahan Soekarno.

Buya Hamka tidak setuju ketika Moelyadi Djojomartono menerima penunjukannya sebagai Menteri Sosial. Buya khawatir Muhammadiyah akan didikte oleh Istana sehingga tidak bebas. Tetapi Farid Ma'ruf mendukung. Tentu perbedaan di tingkat PP berimplikasi pada level di bawahnya. Namun ketika ada event khusus, setelah saling tukar pendapat, perbedaan itu selesai. Jadi tidak sampai pecah.

Hal yang sama akan terjadi. Jadi Muhammadiyah tetap kokoh sebagai organisasi. Saya justru ingin mencoba merasionalisasi pendapat-pendapat abstraksi yang berkembang saat ini dan sering tidak rasional. Bahwa banyak manfaatnya ketika Muhammadiyah menerima tawaran Pemerintah dalam mengelola tambang batubara.

Sebelumnya Nahdlatul Ulama (NU) lebih dulu menerima IUPK (ijin usaha pertambangan khusus) dari Menteri Bahlil Lahadalia. Lokasinya bekas tambang Kaltim Prima Coal (PKC) Kalimantan Timur. Tentu ini lokasi bagus dengan kualitas batubara kalori tinggi.

Menteri Bahlil berjanji memberikan lokasi terbaik untuk Muhammadiyah. Mungkin - (ini mungkin karena belum diputuskan)- di bekas tambang PT Arutmin Indonesia. Saya tidak tahu. Apakah ini kebetulan atau tidak. Kedua perusahaan yang perjanjian karyanya tidak diperpanjang oleh Pemerintah tersebut adalah anak usaha Bumi Resources, Group Perusahaan Bakrie. Sembilan tahun saya pernah bekerja di sana. Di kantor pusat. Bukan di tambang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya