Omar Suleiman, Da'i Aktivis Pembela Islam dan Kemanusiaan di Amerika Serikat
Mahmuda attar hussein
Kamis, 09 September 2021 - 13:09 WIB
Omar Suleiman (tengah) berjuang membela keadilan dan kemanusiaan bersama berbagai pihak lintas etnis dan agama (foto: dallasnews.com)
Tidak mudah menegakkan keadilan sebagai minoritas di negara mayoritas Nasrani seperti Amerika Serikat. Apalagi harus melakukan aksi protes sesuai dengan ajaran agama Islam.
Namun, hal itu tidak menciutkan nyali Da'i dan Imam asal Texas, Omar Suleiman. Omar dikenal sebagai aktivis yang kerap kali melakukan aksi protes ketika terjadi ketidakadilan terhadap ummat Islam maupun kemanusiaan.
Ia tidak peduli dengan latar belakang keyakinan masyarakatnya, tapi yang jelas ketika menyangkut dengan penindasan terhadap rakyat kecil, Omar selalu berdiri paling depan untuk membelanya. Sebagai aktivis perdamaian, ia selalu menekankan pentingnya berpanduan pada ajaran Islam berlandaskan Al-Quran dan Hadits.
“Sebagai aktivis, setiap orang tidak bisa serta-merta memberikan pendapatnya tanpa berlandaskan ilmu. Saya sendiri merupakan aktivis perdamaian, yang artinya menolak segala bentuk kekerasan, seperti peperangan yang terjadi di Irak. Banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban di sana,” ujarnya di kanal Youtube Yaqeen Institute, dikutip Kamis (9/9/2021).
Tidak hanya peperangan, Omar juga menentang keras kebijakan kontroversial yang sempat diberlakukan di AS. Di mana adanya pembatas terhadap imigran, yang menyebabkan terpisahnya sebagian orang dengan anggota keluarga mereka.
“Ketika anak kecil meminta untuk dipertemukan kepada orang tuanya, hati saya cukup pilu mendengarnya. Itulah yang menyebabkan saya menentang keras setiap kebijakan yang mengundang kontroversi,” jelasnya.
Tokoh yang Berpengaruh Lewat Aksinya
Namun, hal itu tidak menciutkan nyali Da'i dan Imam asal Texas, Omar Suleiman. Omar dikenal sebagai aktivis yang kerap kali melakukan aksi protes ketika terjadi ketidakadilan terhadap ummat Islam maupun kemanusiaan.
Ia tidak peduli dengan latar belakang keyakinan masyarakatnya, tapi yang jelas ketika menyangkut dengan penindasan terhadap rakyat kecil, Omar selalu berdiri paling depan untuk membelanya. Sebagai aktivis perdamaian, ia selalu menekankan pentingnya berpanduan pada ajaran Islam berlandaskan Al-Quran dan Hadits.
“Sebagai aktivis, setiap orang tidak bisa serta-merta memberikan pendapatnya tanpa berlandaskan ilmu. Saya sendiri merupakan aktivis perdamaian, yang artinya menolak segala bentuk kekerasan, seperti peperangan yang terjadi di Irak. Banyak orang tidak bersalah yang menjadi korban di sana,” ujarnya di kanal Youtube Yaqeen Institute, dikutip Kamis (9/9/2021).
Tidak hanya peperangan, Omar juga menentang keras kebijakan kontroversial yang sempat diberlakukan di AS. Di mana adanya pembatas terhadap imigran, yang menyebabkan terpisahnya sebagian orang dengan anggota keluarga mereka.
“Ketika anak kecil meminta untuk dipertemukan kepada orang tuanya, hati saya cukup pilu mendengarnya. Itulah yang menyebabkan saya menentang keras setiap kebijakan yang mengundang kontroversi,” jelasnya.
Tokoh yang Berpengaruh Lewat Aksinya