Pemimpin Hamas Haniyeh Dikabarkan Tewas Akibat Bom di Guesthouse Tehran
Nabil
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 09:29 WIB
Pemimpin Hamas Haniyeh Dikabarkan Tewas Akibat Bom di Guesthouse Tehran
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh tewas pada hari Rabu akibat perangkat peledak yang diselundupkan ke dalam rumah tamu di Tehran, demikian dilaporkan The New York Times pada hari Kamis, mengutip pejabat Timur Tengah dan AS.
Baca Juga: Diplomasi Panas Qatar-Iran Pasca Tewasnya Tokoh Kunci Hamas
Bom tersebut, yang disembunyikan di rumah tamu sekitar dua bulan sebelumnya, diledakkan dari jarak jauh setelah dipastikan Haniyeh berada di dalam kamarnya, menurut laporan tersebut.
Rumah tamu itu, yang terletak di kawasan elite Tehran utara dan merupakan bagian dari kompleks yang dikenal sebagai Neshat, dikelola dan dilindungi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menurut laporan tersebut.
Haniyeh telah beberapa kali menginap di rumah tamu tersebut selama kunjungannya ke Tehran, tambah laporan itu.
Baca Juga: Ribuan Orang Berdemonstrasi di Istanbul Memprotes Pembunuhan Pemimpin Hamas
Pejabat AS yakin bahwa Israel berada di balik pembunuhan tersebut, dan pejabat intelijen Israel memberi penjelasan kepada pemerintah AS dan negara-negara Barat lainnya tak lama setelah insiden tersebut, kata laporan itu.
Baca Juga: Diplomasi Panas Qatar-Iran Pasca Tewasnya Tokoh Kunci Hamas
Bom tersebut, yang disembunyikan di rumah tamu sekitar dua bulan sebelumnya, diledakkan dari jarak jauh setelah dipastikan Haniyeh berada di dalam kamarnya, menurut laporan tersebut.
Rumah tamu itu, yang terletak di kawasan elite Tehran utara dan merupakan bagian dari kompleks yang dikenal sebagai Neshat, dikelola dan dilindungi oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), menurut laporan tersebut.
Haniyeh telah beberapa kali menginap di rumah tamu tersebut selama kunjungannya ke Tehran, tambah laporan itu.
Baca Juga: Ribuan Orang Berdemonstrasi di Istanbul Memprotes Pembunuhan Pemimpin Hamas
Pejabat AS yakin bahwa Israel berada di balik pembunuhan tersebut, dan pejabat intelijen Israel memberi penjelasan kepada pemerintah AS dan negara-negara Barat lainnya tak lama setelah insiden tersebut, kata laporan itu.