LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ribuan demonstran pro-Palestina berbondong-bondong di jalanan pusat Istanbul pada Rabu malam untuk memprotes pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.
Haniyeh tewas dibunuh di ibukota Iran, Tehran, dalam serangan yang memicu ancaman balas dendam terhadap Israel dan meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik di Gaza akan berubah menjadi perang yang lebih luas di Timur Tengah.
Baca Juga:
Brasil Mengecam Pembunuhan Pemimpin Hamas, Serukan Upaya Global untuk Mengakhiri Ketegangan RegionalPara demonstran membawa poster bergambar Haniyeh dan spanduk bertuliskan, "Syahid Haniyeh, Yerusalem adalah perjuangan kami dan jalanmu adalah jalan kami".
Pengunjuk rasa meneriakkan "Israel pembunuh, keluar dari Palestina", "ribuan salam dari Istanbul untuk perlawanan di Gaza" dan mengibarkan bendera Turki dan Palestina selama aksi unjuk rasa di distrik Fatih, Istanbul.
Baca Juga:
Diplomasi Panas Qatar-Iran Pasca Tewasnya Tokoh Kunci HamasMeskipun serangan terhadap Haniyeh secara luas dianggap dilakukan oleh Israel, pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak mengklaim bertanggung jawab dan mengatakan tidak akan berkomentar tentang pembunuhan tersebut.
Haniyeh, yang biasanya berbasis di Qatar, telah menjadi wajah diplomasi internasional Hamas saat perang yang dipicu oleh serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober terus berlangsung di Gaza. Dia telah berpartisipasi dalam pembicaraan tidak langsung yang dimediasi secara internasional untuk mencapai gencatan senjata di wilayah Palestina tersebut.
Sebelumnya pada hari Rabu, Presiden Turki Tayyip Erdogan mengecam pembunuhan di Tehran dan mengatakan pembunuhan itu tidak akan mematahkan keinginan rakyat Palestina.
(lam)