LANGIT7.ID-, Jakarta- - Brasil pada hari Rabu menyatakan "sangat mengecam pembunuhan" pemimpin politik Hamas, Ismail Haniyeh, dan menyerukan upaya global untuk mencegah Timur Tengah terjerumus ke dalam konflik yang lebih luas.
Brasil, yang saat ini memegang presidensi G20, menyatakan "menolak pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran, yang jelas melanggar prinsip-prinsip Piagam PBB."
Baca Juga:
Diplomasi Panas Qatar-Iran Pasca Tewasnya Tokoh Kunci HamasTindakan kekerasan ini "semakin menghambat kemungkinan solusi politik untuk konflik di Gaza," kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan, seraya menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Hamas mengatakan Haniyeh tewas akibat serangan Israel. Israel menolak berkomentar tentang serangan di Tehran tersebut.
Dalam pernyataan lain yang dirilis sebelumnya pada hari Rabu, pemerintah Brasil juga mengecam "serangan udara yang dilakukan Israel pada 30 Juli terhadap kawasan pemukiman di Beirut."
Tentara Israel mengatakan mereka telah "melenyapkan" seorang pejabat senior Hizbullah pada Selasa malam dalam serangan ke markas kelompok pro-Iran yang kuat tersebut, di pinggiran selatan ibu kota Lebanon.
Kementerian Luar Negeri Brasil menyatakan mereka mengikuti peningkatan ketegangan antara Israel dan Hizbullah "dengan kekhawatiran yang sangat besar".
Pernyataan tersebut mendesak masyarakat internasional untuk memobilisasi "melakukan segala upaya yang mungkin untuk mendorong dialog dan menahan eskalasi permusuhan."
Hubungan antara pemerintah Brasil dan Israel sangat tegang.
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva telah menuduh Israel melakukan "genosida" di Gaza dan Israel telah menyatakan dia sebagai "persona non grata".
(lam)