Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 Juli 2026
home global news detail berita

Ketegangan Meningkat, AS Kerahkan Kekuatan Militer Besar ke Timur Tengah, Iran Terdesak

nabil Jum'at, 23 Agustus 2024 - 08:57 WIB
Ketegangan Meningkat, AS Kerahkan Kekuatan Militer Besar ke Timur Tengah, Iran Terdesak
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pengerahan aset militer AS tambahan ke wilayah dekat Iran telah membuat Tehran 'pusing', ungkap Pentagon pada Kamis lalu. Dunia internasional saat ini sedang menunggu balasan Iran yang dijanjikan terhadap Israel.

"Kami telah memindahkan kapabilitas ke wilayah tersebut yang saya rasa adil untuk dikatakan telah membuat Iran pusing dan akan memengaruhi perhitungan mereka tentang bagaimana dan apakah mereka akan membalas," kata Wakil Juru Bicara Pentagon Sabrina Singh.

"Kami tidak ingin itu terjadi, tapi kami punya dua kelompok kapal induk di sana, masing-masing dengan empat kapal perusak," tambah Singh kepada Al Arabiya English dalam briefing di Pentagon.

Baca juga: PM Qatar Akan Kunjungi Iran, Bahas 'Isu Regional Penting'

Menteri Pertahanan Lloyd Austin memerintahkan kapal induk kedua untuk meninggalkan Indo-Pasifik dan bergerak ke perairan wilayah operasi Komando Pusat AS (CENTCOM). Kelompok Kapal Induk USS Abraham Lincoln tiba Rabu malam setelah Austin mengeluarkan perintah kedua agar kapal induk Lincoln mempercepat pergerakannya.

Singh mengungkapkan bahwa kapal induk Lincoln sebelumnya punya beberapa pemberhentian di Indo-Pasifik, yang dibatalkan setelah perintah Austin.

Baca juga: Upaya Gencatan Senjata Gaza Baru, Pejabat AS-Israel Bertemu di Kairo Bahas Konflik Israel-Hamas

Menurut Singh, penguatan postur kekuatan AS ini mengirimkan pesan pencegahan yang "sangat kuat" sekaligus menunjukkan bahwa Washington akan berdiri bersama Israel jika diserang.

Serangan Iran dan Hizbullah ke Israel Masih Dinantikan
Militer AS bergegas memperkuat kehadirannya dalam beberapa pekan terakhir setelah Iran dan Hizbullah bersumpah akan membalas Israel atas dua pembunuhan di Beirut dan Tehran.

Namun respon yang diantisipasi itu belum juga tiba. Iran dan kelompok militan Lebanon itu mengatakan membiarkan "musuh" menunggu adalah bagian dari permainan perang psikologis yang mereka mainkan.

Aset militer AS tambahan yang dikirim ke wilayah tersebut termasuk ribuan pasukan tambahan, sistem pertahanan rudal balistik, kapal selam bertenaga nuklir yang dilengkapi puluhan rudal jelajah, USS Wasp, dan lainnya.

Pejabat AS sebelumnya mengantisipasi respon Iran dalam beberapa hari setelah pembunuhan tokoh politik senior Hamas, Ismail Haniyeh, dan komandan militer senior Hizbullah, Fuad Shukr, pada 30 Juli lalu. Intelijen kemudian diperbarui beberapa kali, menunda perkiraan waktu respon tersebut.

Hingga Kamis malam, pejabat AS yang mengetahui penilaian intelijen terbaru mengatakan Washington masih mengharapkan semacam pembalasan dari Iran dan Hizbullah. Masih belum jelas apakah mereka akan berkoordinasi melakukan respon bersama atau masing-masing akan melakukan operasi sendiri. "Iran masih bisa meluncurkan serangan dalam 12-24 jam setelah membuat keputusan, yang belum mereka ambil," kata seorang pejabat AS kepada Al Arabiya English.

Ekspektasinya juga bahwa Hizbullah akan menyerang jantung Israel dalam apa yang akan diidentifikasi sebagai respon jelas atas pembunuhan Shukr. Mengutip pejabat AS, Washington Post mengatakan kelompok yang didukung Iran itu telah memutuskan untuk tidak melaksanakan rencana meluncurkan serbuan rudal ke Tel Aviv.

Pejabat AS yang berbicara kepada Al Arabiya English dengan syarat anonim agar bisa berbicara bebas mengatakan gambaran tentang apa yang akan dilakukan Iran dan Hizbullah masih belum jelas. Mengenai aset militer AS di wilayah tersebut, pejabat itu mengatakan ekspektasinya adalah mereka akan tetap berada di sana untuk waktu yang dapat diperkirakan.

Seorang pejabat AS kedua mengatakan rencana untuk menyebarkan kembali ke tempat lain bergantung pada gencatan senjata di Gaza. Jika Iran melewati batas merah tertentu dalam serangan terhadap Israel, "situasi bisa cepat memburuk, dan kami akan punya kemampuan untuk mengirim kapal induk ke Teluk [Arab]," kata pejabat kedua tersebut.

Meski demikian, satu-satunya cara untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut dan mencegah eskalasi lebih lanjut adalah Hamas dan Israel mencapai kesepakatan gencatan senjata, kata pejabat AS berulang kali.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan