LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran mengatakan bahwa pembalasan yang dijanjikan terhadap Israel atas pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Teheran bulan lalu bisa memakan waktu "lama" untuk dilaksanakan.
"Waktu ada di pihak kami dan periode menunggu untuk [pembalasan terhadap Israel] mungkin akan lama," kata juru bicara Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Mohammad Naeini, seperti dikutip media setempat.
Baca Juga:
Hamas Menyebut Pernyataan Biden sebagai 'Lampu Hijau' untuk Israel Melanjutkan PerangKetegangan di Timur Tengah telah meningkat sejak pembunuhan bulan lalu terhadap panglima senior Hizbullah, Fuad Shukr, di Beirut dan Haniyeh di Teheran. Meskipun Israel mengkonfirmasi perannya dalam pembunuhan Shukr, namun mereka belum mengakui pembunuhan Haniyeh.
Iran dan proksi regionalnya, termasuk Hizbullah Lebanon, telah menyalahkan Israel atas kedua serangan tersebut dan telah mengancam akan membalas.
Naeini mengatakan bahwa respons Iran bisa berbeda dari operasi sebelumnya. Pada April, Iran meluncurkan rudal dan drone sebagai balasan atas serangan dugaan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus, yang sebagian besar berhasil dihadang.
"Komandan kami tahu bagaimana menghukum musuh secara efektif dan tidak cenderung bertindak terburu-buru," tambah Naeini.
Ketika pembalasan Iran terjadi, itu akan melibatkan "serangan yang diperhitungkan dan tepat sasaran," tambahnya.
(lam)