Iran dilaporkan membuka akses terbatas di
Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat, di tengah meningkatnya
konflik di kawasan Timur Tengah.Pemerintah Iran menyatakan bahwa kapal dari sejumlah negara seperti India, Pakistan, serta beberapa negara lain diperbolehkan melintas di jalur pelayaran vital tersebut.
Pernyataan itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran
Abbas Araghchi, bahwa akses hanya diberikan kepada negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan
Teheran.
Baca juga: Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewat Selat Hormuz, Anwar Ibrahim Ungkap Negosiasi IntensKonsulat Jenderal Iran di Mumbai membagikan pernyataan dari
Abbas Araghchi yang menyatakan, “Kami telah mengizinkan jalur pelayaran melalui Selat Hormuz untuk negara-negara sahabat, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.” tulis unggahan tersebut di platform X milik Konjen Iran di Mumbai.
Kebijakan ini muncul di tengah
eskalasi konflik yang sebelumnya membuat Iran membatasi bahkan menutup akses Selat Hormuz bagi banyak kapal asing.
Kini, Teheran menerapkan pendekatan selektif dengan tetap membuka jalur bagi mitra strategisnya, sekaligus membatasi negara yang dianggap berseberangan secara politik maupun militer.
Terbaru, Iran juga mengizinkan kapal Malaysia melintasi Selat Hormuz. Hal tersebut disampaikan secara resmi oleh
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melalui siaran langsung di televisi.
Anwar mengungkapkan bahwa ia telah berbicara langsung dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, serta negara-negara regional lainnya untuk meredakan ketegangan dan memastikan keselamatan jalur pelayaran Malaysia.
Baca juga: Blokade Selat Hormuz: Hak Kedaulatan Iran dan Standar Ganda Koalisi 22 NegaraAnwar juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Iran atas keputusan yang memungkinkan kapal-kapal Malaysia melintasi jalur strategis tersebut. Ia menambahkan bahwa pemerintah Malaysia saat ini tengah mengupayakan pembebasan kapal tanker minyak dan para pekerja yang terdampak agar dapat melanjutkan perjalanan pulang.
“Kami sekarang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat sehingga mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” kata Anwar seperti dikutip dari Reuters.
Sementara itu
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyerukan agar Selat Hormuz tetap dibuka.
Dalam sebuah unggahan di X, Guterres mengatakan, “Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menghambat pergerakan minyak, gas, dan pupuk pada momen krusial musim tanam global. Di seluruh kawasan dan sekitarnya, warga sipil mengalami dampak serius dan hidup dalam ketidakamanan yang mendalam. PBB tengah berupaya meminimalkan konsekuensi dari perang ini. Dan cara terbaik untuk meminimalkan dampak tersebut jelas: akhiri perang segera.”
Baca juga: Trump Klaim Iran Beri Hadiah Besar ke AS Terkait Selat Hormuz, Apa Hadiahnya?Guterres juga mendesak Amerika Serikat, Israel, dan Iran untuk mengakhiri eskalasi militer yang sedang berlangsung.
“Pesan saya kepada AS dan Israel adalah sudah saatnya mengakhiri perang—ketika penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil terus bertambah, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan. Pesan saya kepada Iran adalah menghentikan serangan terhadap negara-negara tetangga yang tidak terlibat dalam konflik,” ujar Guterres.
(est)