LANGIT7.ID-, Jakarta- - Iran takkan tinggal diam menghadapi agresi, demikian tegas Presiden Masoud Pezeshkian kepada rekannya dari Prancis, Emmanuel Macron, menurut laporan media pemerintah Rabu lalu. Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik regional pasca tewasnya pemimpin Hamas di Tehran pekan lalu.
"Iran takkan pernah bungkam menghadapi agresi terhadap kepentingan dan keamanannya," ujar Pezeshkian kepada Macron dalam pembicaraan telepon, sambil mengkritik Israel terkait perang Gaza yang telah berlangsung 10 bulan.
"Jika Amerika Serikat dan negara-negara Barat benar-benar ingin mencegah perang di kawasan ini, mereka harus memaksa rezim ini (Israel) menghentikan genosida dan serangan ke Gaza serta menerima gencatan senjata," tambahnya.
Sementara itu, pertemuan darurat Organisasi Kerja Sama Islam digelar Rabu di Arab Saudi atas permintaan Iran untuk membahas tewasnya Ismail Haniyeh, mantan pemimpin kelompok militan Palestina Hamas.
Tehran dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran seperti Hamas dan Hezbollah menuding Israel bertanggung jawab atas kematian Haniyeh pada 31 Juli lalu. Kematiannya menjadi satu dari serangkaian pembunuhan tokoh senior Hamas selama perang berlangsung.
Pejabat Israel sendiri belum mengklaim bertanggung jawab atas tewasnya Haniyeh.
(lam)