Hamas memulai proses pemilihan pemimpin baru setelah pembunuhan Ismail Haniyeh di Tehran. Garda Revolusi Iran menyatakan Israel menggunakan proyektil jarak pendek dalam serangan tersebut. Haniyeh tewas saat menghadiri pelantikan presiden Iran. Iran dan Hamas bersumpah membalas dendam. Kata-kata terakhir Haniyeh mengutip ayat Al-Quran tentang kehidupan dan kematian.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan Israel di Tehran menggunakan proyektil jarak pendek. Iran dan Hamas bersumpah membalas dendam. Ketegangan regional meningkat dengan melibatkan kelompok militan yang didukung Iran di berbagai negara. Surat kabar Iran mengancam serangan balasan terhadap Israel, termasuk Tel Aviv dan Haifa.
Ismail Haniyeh, pemimpin Hamas yang tewas dalam serangan Israel, meninggalkan warisan perjuangan melawan pendudukan. Kata-kata terakhirnya mencerminkan keyakinan akan kelangsungan perlawanan. Meski kehilangan keluarga dalam perang Gaza, Haniyeh tetap teguh. Kematiannya menandai hilangnya tokoh kunci dalam konflik Israel-Palestina, namun ideologi Hamas dipercaya akan berlanjut.
Ribuan demonstran pro-Palestina turun ke jalan Istanbul memprotes pembunuhan pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, di Tehran. Aksi ini memicu kekhawatiran konflik Gaza meluas. Demonstran membawa poster Haniyeh dan meneriakkan slogan anti-Israel. Meski dianggap dilakukan Israel, pemerintah Netanyahu tidak mengklaim tanggung jawab. Presiden Erdogan mengecam pembunuhan tersebut, menyatakan tidak akan mematahkan semangat Palestina.