LANGIT7.ID-, Jakarta- - Pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sedang mengadakan latihan militer di bagian barat negara itu yang akan berlangsung hingga Selasa, demikian diumumkan oleh kantor berita resmi Iran pada hari Minggu.
Latihan yang dimulai pada hari Jumat ini berlangsung di provinsi Kermanshah di bagian barat, dekat perbatasan dengan Irak. Tujuannya? "Meningkatkan kesiapan tempur dan kewaspadaan," kata seorang pejabat angkatan bersenjata kepada IRNA.
Baca Juga:
Iran Berjanji Menghukum Israel dengan Cara yang 'Sah dan Tegas'Latihan ini digelar di tengah sumpah Iran untuk membalas Israel atas tewasnya pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, pada 31 Juli di Tehran. Drama!
Iran dan kelompok Palestina Hamas menuding Israel melakukan pembunuhan Haniyeh pada 31 Juli. Israel sendiri belum mengklaim atau membantah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut. Peristiwa ini semakin memicu kekhawatiran bahwa perang antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza akan berubah menjadi perang Timur Tengah yang lebih luas.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memperingatkan Iran dan sekutunya di Lebanon, Hezbollah: "Siapa pun yang menyakiti kita dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya, kemungkinan akan dipukul dengan cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya."
Dia menambahkan bahwa Israel tidak ingin perang pecah di front tambahan, tapi mereka harus siap.
Dikutip dari media Iran, wakil komandan Garda Revolusi Ali Fadavi mengatakan pada hari Jumat bahwa perintah pemimpin tertinggi Iran mengenai hukuman keras terhadap Israel dan pembalasan untuk Haniyeh sudah jelas dan akan dilaksanakan dengan "cara terbaik."
(lam)