Ayah Bayi 8 Bulan Korban Penganiayaan: Sebelum Melapor Saya Takut, Saya Syok
Lusi mahgriefie
Jum'at, 02 Agustus 2024 - 11:00 WIB
ilustrasi
Arief, orangtua dari HW bayi 8 bulan yang menjadi korban penganiayaan di daycare Depok telah melapor ke polisi. Ia mengaku sempat takut melapor dan memilih fokus mengobati luka anaknya.
“Saya takut, saya syok, saya mencoba untuk tenang saya bersikap seolah (anak) tidak apa-apa,” ujar Arief kepada awak media di Polres Metro Depok kemarin.
Kejanggalan pada anaknya ia rasakan saat melihat ada yang aneh dengan kaki HW. “Beberapa bulan lalu saya merasa ada yang aneh, istri saya juga merasa. Kaki anak saya seperti keseleo, kesandung. Jadi kalau berjalan kaki tidak mantab seperti itulah. Memang anak saya belum bisa jalan, tapi sudah bisa merangkang di tembok cuma seperti tergantung sebelah,” tambahnya.
Arief yang awalnya hanya mengira anaknya jatuh saat bermain sama sekali tidak menyangka bahwa hal tersebut akibat penganiayaan. “Saya tidak tahu, tapi pas lihat video (yang viral) itu saya lihat ada kaki anak saya diinjak. Saya cek kuping anak saya ada darah. Waktu itu berpikir positif mungkin kecakar sendiri karena dia suka garuk-garuk kepala.”
Baca juga:Ayah Bayi 8 Bulan Korban Penganiayaan di Daycare Depok Melapor ke Bareskrim Polri
Namun Arief mengungkapkan, kecurigaannya terbukti setelah ia melihat video rekaman CCTV di daycare Wensen School Depok beredar luas.
“Di video itu ada dilempar anak saya. Jadi kecurigaan saya terbukti setelah lihat video itu.”
“Saya takut, saya syok, saya mencoba untuk tenang saya bersikap seolah (anak) tidak apa-apa,” ujar Arief kepada awak media di Polres Metro Depok kemarin.
Kejanggalan pada anaknya ia rasakan saat melihat ada yang aneh dengan kaki HW. “Beberapa bulan lalu saya merasa ada yang aneh, istri saya juga merasa. Kaki anak saya seperti keseleo, kesandung. Jadi kalau berjalan kaki tidak mantab seperti itulah. Memang anak saya belum bisa jalan, tapi sudah bisa merangkang di tembok cuma seperti tergantung sebelah,” tambahnya.
Arief yang awalnya hanya mengira anaknya jatuh saat bermain sama sekali tidak menyangka bahwa hal tersebut akibat penganiayaan. “Saya tidak tahu, tapi pas lihat video (yang viral) itu saya lihat ada kaki anak saya diinjak. Saya cek kuping anak saya ada darah. Waktu itu berpikir positif mungkin kecakar sendiri karena dia suka garuk-garuk kepala.”
Baca juga:Ayah Bayi 8 Bulan Korban Penganiayaan di Daycare Depok Melapor ke Bareskrim Polri
Namun Arief mengungkapkan, kecurigaannya terbukti setelah ia melihat video rekaman CCTV di daycare Wensen School Depok beredar luas.
“Di video itu ada dilempar anak saya. Jadi kecurigaan saya terbukti setelah lihat video itu.”