Kisah Sultan Mendapati Jasad Pemabuk dan Pezina yang Ternyata...
Fajar adhitya
Kamis, 09 September 2021 - 20:25 WIB
Kisah sultan mendapati jasad pemabuk dan pezina. (Ilustrasi: Stutterstock),
Kisah sultan mendapati jasad pemabuk dan pezina yang ternyata bukan orang biasa menjadi hikmah untuk ummat Islam. Ini terjadi di masa Khalifah Turki Ustami.
Pada masa kepemimpinan Sultan Murad IV, Khalifah Turki Utsmani periode 1623 sampai 1640 Masehi ada seorang yang dituding sebagai pemabuk dan pezina.
Kisah Sultan Murad IV mendapati jasad pemabuk dan pezina ini menjadi sejarah dan masih diceritakan hingga sekarang. Cerita inspiratif ini pun sangat membuka mata hati ummat.
Suatu malam, Sultan Murad oğlu Ahmed tak bisa tidur. Hatinya dipenuhi kegelisahan. Ia pun memanggil kepala kemanan istana dan mengajaknya keluar menyusuri kota.
Sultan Murad memang dikenal sebagai pemimpin yang suka blusukan di malam hari. Agar tak dikenali rakyatnya, Sultan Murad menjalani pemantauannya dengan cara menyamar.
Ketika malam itu Sultan Murad dan pengawalnya tiba di lorong sempit. Dia melihat seorang laki-laki tergeletak di tanah, seperti sedang tidur. Namun ketika dibangunkan, dia tak merespons sehingga dicek kondisi medisnya dan diketahui sudah meninggal dunia.
Sultan pun mengetahui bahwa jasad pria itu sudah lama berada di lorong tersebut. Nahas tidak ada seorang pun yang memperdulikannya. Orang-orang berlau lalang bagai tak ada apa-apa, meski pun mereka tahu ada mayat yang terabaikan di tempat itu.
Pada masa kepemimpinan Sultan Murad IV, Khalifah Turki Utsmani periode 1623 sampai 1640 Masehi ada seorang yang dituding sebagai pemabuk dan pezina.
Kisah Sultan Murad IV mendapati jasad pemabuk dan pezina ini menjadi sejarah dan masih diceritakan hingga sekarang. Cerita inspiratif ini pun sangat membuka mata hati ummat.
Suatu malam, Sultan Murad oğlu Ahmed tak bisa tidur. Hatinya dipenuhi kegelisahan. Ia pun memanggil kepala kemanan istana dan mengajaknya keluar menyusuri kota.
Sultan Murad memang dikenal sebagai pemimpin yang suka blusukan di malam hari. Agar tak dikenali rakyatnya, Sultan Murad menjalani pemantauannya dengan cara menyamar.
Ketika malam itu Sultan Murad dan pengawalnya tiba di lorong sempit. Dia melihat seorang laki-laki tergeletak di tanah, seperti sedang tidur. Namun ketika dibangunkan, dia tak merespons sehingga dicek kondisi medisnya dan diketahui sudah meninggal dunia.
Sultan pun mengetahui bahwa jasad pria itu sudah lama berada di lorong tersebut. Nahas tidak ada seorang pun yang memperdulikannya. Orang-orang berlau lalang bagai tak ada apa-apa, meski pun mereka tahu ada mayat yang terabaikan di tempat itu.