Satu Demi Satu Ulama Meninggalkan Bangsa dan Ummat Islam
Azhar azis
Sabtu, 10 Juli 2021 - 20:31 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/ iStock
Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah tokoh dan ulama kharismatik Betawi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. Dia meninggal dunia Sabtu sore (10/7/2021).
Advokat dan Guru Besar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, satu demi satu ulama meninggalkan ummatIslam dan bangsa Indonesia. Dia mendoakan semoga akan ada pengganti-pengganti para ulama yang telah wafat tersebut untuk meneruskan pembinaan ummat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini.
"Semoga akan ada pengganti-pengganti beliau semua untuk meneruskan pembinaan umat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini," katanya lewat Twitter, Sabtu (10/7/2021).
Sebelumnya, kabar duka datang dari Kediri, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Zainuddin Djazuli, wafat Sabtu (10/07/2021). Kabar wafatnya KH Zainuddin Djazuli terkonfirmasi dari KH Muhammad Ma'mun, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri.
Dilansir Jatim.nu.or.id, informasi wafatnya KH Zainuddin Djazuli juga beredar di berbagai grup WhatsApp. KH Zainuddin wafat setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Tulungagung. Kerabat almarhum, Muhammad Abdurrahman Al Kautsar, meminta semua santri, alumni, maupun wali santri untuk tidak menghadiri prosesi pemakaman. Dia meminta almarhum didoakan dari rumah masing-masing demi kebaikan bersama.
Sementara Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Ghaffar Rozin yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama mengatakan, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai yang wafat di tengah pandemi Covid-19.
Dia mengimbau kepada pondok pesantren, yang pendidikannya berada di dalam kompleks agar ekstra hati-hati dan waspada. Pertama, agar melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, jangan pulangkan santri dan membatasi keluar masuk tamu. Ketiga, menyiapkan ruang isolasi dan standarnya.
Advokat dan Guru Besar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, satu demi satu ulama meninggalkan ummatIslam dan bangsa Indonesia. Dia mendoakan semoga akan ada pengganti-pengganti para ulama yang telah wafat tersebut untuk meneruskan pembinaan ummat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini.
"Semoga akan ada pengganti-pengganti beliau semua untuk meneruskan pembinaan umat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini," katanya lewat Twitter, Sabtu (10/7/2021).
Sebelumnya, kabar duka datang dari Kediri, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Zainuddin Djazuli, wafat Sabtu (10/07/2021). Kabar wafatnya KH Zainuddin Djazuli terkonfirmasi dari KH Muhammad Ma'mun, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri.
Dilansir Jatim.nu.or.id, informasi wafatnya KH Zainuddin Djazuli juga beredar di berbagai grup WhatsApp. KH Zainuddin wafat setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Tulungagung. Kerabat almarhum, Muhammad Abdurrahman Al Kautsar, meminta semua santri, alumni, maupun wali santri untuk tidak menghadiri prosesi pemakaman. Dia meminta almarhum didoakan dari rumah masing-masing demi kebaikan bersama.
Sementara Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Ghaffar Rozin yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama mengatakan, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai yang wafat di tengah pandemi Covid-19.
Dia mengimbau kepada pondok pesantren, yang pendidikannya berada di dalam kompleks agar ekstra hati-hati dan waspada. Pertama, agar melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, jangan pulangkan santri dan membatasi keluar masuk tamu. Ketiga, menyiapkan ruang isolasi dan standarnya.