LANGIT7.ID, Jakarta -
Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah tokoh dan ulama kharismatik Betawi, KH Abdurrasyid Abdullah Syafi’i. Dia meninggal dunia Sabtu sore (10/7/2021).
Advokat dan Guru Besar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra mengatakan, satu demi satu ulama meninggalkan ummat Islam dan bangsa Indonesia. Dia mendoakan semoga akan ada pengganti-pengganti para ulama yang telah wafat tersebut untuk meneruskan pembinaan ummat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini.
"Semoga akan ada pengganti-pengganti beliau semua untuk meneruskan pembinaan umat agar menjadi insan yang bertaqwa dan sadar akan tanggung jawab kehidupan di dunia fana ini," katanya lewat Twitter, Sabtu (10/7/2021).
Sebelumnya, kabar duka datang dari Kediri, Jawa Timur. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, KH Zainuddin Djazuli, wafat Sabtu (10/07/2021). Kabar wafatnya KH Zainuddin Djazuli terkonfirmasi dari KH Muhammad Ma'mun, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kediri.
Dilansir
Jatim.nu.or.id, informasi wafatnya KH Zainuddin Djazuli juga beredar di berbagai grup WhatsApp. KH Zainuddin wafat setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di rumah sakit wilayah Tulungagung. Kerabat almarhum, Muhammad Abdurrahman Al Kautsar, meminta semua santri, alumni, maupun wali santri untuk tidak menghadiri prosesi pemakaman. Dia meminta almarhum didoakan dari rumah masing-masing demi kebaikan bersama.
Sementara Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Abdul Ghaffar Rozin yang juga Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Nahdlatul Ulama mengatakan, hingga 4 Juli 2021, sebanyak 584 kiai yang wafat di tengah pandemi Covid-19.
Dia mengimbau kepada pondok pesantren, yang pendidikannya berada di dalam kompleks agar ekstra hati-hati dan waspada. Pertama, agar melaksanakan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, jangan pulangkan santri dan membatasi keluar masuk tamu. Ketiga, menyiapkan ruang isolasi dan standarnya.
Menurut dia, pesantren sebenarnya memiliki awarenes (kesadaran) yang sangat tinggi terkait bahaya Covid-19. Akan tetapi, setelah lebaran, kondisi di masyarakat sudah banyak yang mulai bosan dan diiringi dengan kembalinya aktivitas pendidikan di pondok pesantren.
Kondisi ini diperparah dengan munculnya varian baru yang kehadirannya tidak bisa diantisipasi dengan baik sehingga menjadi salah satu faktor dalam meningkatnya kasus Covid-19 di lingkungan pondok pesantren.
KH Abdul Ghaffar Rozin mengingatkan masyarakat pesantren waspada dengan perkembangan terbaru Covid-19. Menurut Abdul Ghaffar, kasus-kasus Covid-19 juga banyak menerpa para pemimpin pesantren di wilayah Madura, Jawa Tengah, seperti Kudus, Pati, Demak, Jepara, dan daerah lainnya.
(jak)