Israel Perluas Perintah Evakuasi di Gaza Setelah Serangan ke Sekolah Menewaskan Puluhan Orang
Nabil
Senin, 12 Agustus 2024 - 08:39 WIB
Israel Perluas Perintah Evakuasi di Gaza Setelah Serangan ke Sekolah Menewaskan Puluhan Orang
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Israel kembali memperluas perintah evakuasi di Khan Younis, Gaza Selatan, pada malam hari. Akibatnya, puluhan ribu warga Palestina dan keluarga pengungsi terpaksa meninggalkan rumah dalam kegelapan, diiringi suara ledakan dari tembakan tank yang menggema di sekitar mereka.
Militer Israel mengklaim sedang menyerang militan dari kelompok Hamas - yang mengelola Gaza sebelum perang - yang menggunakan area tersebut untuk melancarkan serangan dan menembakkan roket. Pada hari Sabtu, serangan udara Israel ke sebuah sekolah tempat pengungsian warga Palestina di Kota Gaza menewaskan sedikitnya 90 orang, menurut layanan pertahanan sipil. Insiden ini memicu kecaman internasional.
Militer Israel menyatakan telah menyerang pos komando militan Hamas dan Jihad Islam, tuduhan yang dibantah kedua kelompok tersebut sebagai dalih belaka. Israel mengklaim telah menewaskan 19 militan dalam serangan itu.
Di Khan Younis, Gaza Selatan, perintah evakuasi mencakup distrik di pusat, timur, dan barat kota. Ini menjadikannya salah satu perintah terbesar dalam konflik yang telah berlangsung 10 bulan, dua hari setelah tank-tank kembali ke bagian timur kota.
Pengumuman evakuasi disebarkan melalui X (Twitter) serta pesan teks dan audio ke ponsel warga: "Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi ke zona kemanusiaan yang baru dibuat. Area tempat Anda berada dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya."
Tentara Israel mengklaim telah menyerang sekitar 30 target militer Hamas dalam 24 jam terakhir, termasuk struktur militer, pos peluncuran rudal anti-tank, dan fasilitas penyimpanan senjata.
Puluhan Ribu Orang Terpaksa Mengungsi di Malam Hari
Militer Israel mengklaim sedang menyerang militan dari kelompok Hamas - yang mengelola Gaza sebelum perang - yang menggunakan area tersebut untuk melancarkan serangan dan menembakkan roket. Pada hari Sabtu, serangan udara Israel ke sebuah sekolah tempat pengungsian warga Palestina di Kota Gaza menewaskan sedikitnya 90 orang, menurut layanan pertahanan sipil. Insiden ini memicu kecaman internasional.
Militer Israel menyatakan telah menyerang pos komando militan Hamas dan Jihad Islam, tuduhan yang dibantah kedua kelompok tersebut sebagai dalih belaka. Israel mengklaim telah menewaskan 19 militan dalam serangan itu.
Di Khan Younis, Gaza Selatan, perintah evakuasi mencakup distrik di pusat, timur, dan barat kota. Ini menjadikannya salah satu perintah terbesar dalam konflik yang telah berlangsung 10 bulan, dua hari setelah tank-tank kembali ke bagian timur kota.
Pengumuman evakuasi disebarkan melalui X (Twitter) serta pesan teks dan audio ke ponsel warga: "Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi ke zona kemanusiaan yang baru dibuat. Area tempat Anda berada dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya."
Tentara Israel mengklaim telah menyerang sekitar 30 target militer Hamas dalam 24 jam terakhir, termasuk struktur militer, pos peluncuran rudal anti-tank, dan fasilitas penyimpanan senjata.
Puluhan Ribu Orang Terpaksa Mengungsi di Malam Hari