Mahathir Mohamad, PM Malaysia Pertama yang Tak Berturut-turut Menjabat
Ahmad zuhdi
Jum'at, 10 September 2021 - 08:17 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad berbicara dalam upacara penganugerahan gelar doktor kehormatan oleh Universitas Ankara Yildirim Beyazit di Ankara, Turki (25/7/2019. Foto: Ali Bal?k?/Anadolu
Teka-teki kondisi politik di Malaysia menarik dikaji dan diulas dari berbagai sisi, di antaranya ketika Mahathir Mohamad pada 2018 silam bersama partai-partai koalisinya berhasil mengalahkan mantan perdana menteri Najib Razak yang terjerat skandal korupsi 1 Malaysia Development Berhad (1MDB). Terjunnya Mahathir setelah 15 tahun absen dari dunia politik mengejutkan khalayak termasuk rivalitasnya Anwar Ibrahim.
Di era kepemimpinan Mahathir pada 16 Juli 1981, Anwar pernah menjadi wakil perdana menteri. Namun hubungan baik keduanya kandas di tengah jalan ketika Anwar dipecat pada tahun 1998, buntut dari pemecatan ini diduga menjadi akar konflik kepemimpinan dengan menguatnya peran oposisi. Beberapa dekade berjalan, hubungan keduanya berangsur membaik terutama ketika 2018 lalu, mereka berkoalisi untuk menurunkan PM Malaysia Najib Razak.
Baca Juga:Taliban Bentuk Kabinet Pemerintahan Baru Afghanistan
Berkat koalisi yang kuat, Najib Razak turun dari PM Malaysia dan Mahathir Mohamad terpilih menjadi PM Malaysia. Namun kabar mengejutkan datang pada Februari 2020, Mahathir mengumumkan pengunduran dirinya dari PM Malaysia. Kendati tidak dijelaskan secara lengkap alasan pengunduran dirinya, namun publik menilai ada ketidakharmonisan antara Mahathir dengan Anwar.
Karier Politik Mahathir
Lahir dan besar di Alor Setar, Kedah. Setelah lulus sekolah, Mahathir berprofesi sebagai dokter. Ia aktif di UMNO sebelum menjadi anggota parlemen pada tahun 1964. Ia menjabat selama satu periode, lalu kalah dalam pemilu selanjutnya.
Ia kemudian berselisih dengan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman dan dikeluarkan dari UMNO. Ketika Abdul Rahman mundur, Mahathir kembali masuk UMNO dan Parlemen dan diangkat menjadi menteri kabinet. Pada tahun 1976, ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri.
Di era kepemimpinan Mahathir pada 16 Juli 1981, Anwar pernah menjadi wakil perdana menteri. Namun hubungan baik keduanya kandas di tengah jalan ketika Anwar dipecat pada tahun 1998, buntut dari pemecatan ini diduga menjadi akar konflik kepemimpinan dengan menguatnya peran oposisi. Beberapa dekade berjalan, hubungan keduanya berangsur membaik terutama ketika 2018 lalu, mereka berkoalisi untuk menurunkan PM Malaysia Najib Razak.
Baca Juga:Taliban Bentuk Kabinet Pemerintahan Baru Afghanistan
Berkat koalisi yang kuat, Najib Razak turun dari PM Malaysia dan Mahathir Mohamad terpilih menjadi PM Malaysia. Namun kabar mengejutkan datang pada Februari 2020, Mahathir mengumumkan pengunduran dirinya dari PM Malaysia. Kendati tidak dijelaskan secara lengkap alasan pengunduran dirinya, namun publik menilai ada ketidakharmonisan antara Mahathir dengan Anwar.
Karier Politik Mahathir
Lahir dan besar di Alor Setar, Kedah. Setelah lulus sekolah, Mahathir berprofesi sebagai dokter. Ia aktif di UMNO sebelum menjadi anggota parlemen pada tahun 1964. Ia menjabat selama satu periode, lalu kalah dalam pemilu selanjutnya.
Ia kemudian berselisih dengan Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman dan dikeluarkan dari UMNO. Ketika Abdul Rahman mundur, Mahathir kembali masuk UMNO dan Parlemen dan diangkat menjadi menteri kabinet. Pada tahun 1976, ia diangkat menjadi Wakil Perdana Menteri.