home wirausaha syariah

Dari Coba-coba, Guru Ini Sekarang Serius Garap Usaha Telur Asin

Jum'at, 10 September 2021 - 10:15 WIB
Karyadi saat mendistribusikan telur asin produksinya (foto: instagram/telurasinnida)
Karyadi, semula hanya iseng-iseng menawarkan telur asin, sisa dari acara pengajian kepada rekan kerjanya di Panwaslu Kecamatan Mijen dan Muspika, pada saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu. Namun ternyata sambutan dari berbagai pihak terhadap telur asinnya bagus.

Permintaan pun berdatangan. Saat itu Camat memesan 100 telur asin, dan Danramil 150 telur. Hal itu semakin membuat Karyadi, tidak ragu untuk memulai bisnis telur asin. Terlebih lagi, mertuanya memiliki lebih dari 600 bebek, yang bisa menghasilkan telur secara rutin sehingga bisa mengamankan stok produksi.

Dalam menjalankan usahanya di Dusun Jambon, Ngadirgon, Mijen Kota Semarang, , Guru di Madrasah Aliyah (MA) NU Al Hikmah, Polaman, Mijen, Kota Semarang ini dibantu istrinya. Sebagai bentuk penghormatan kepada istrinya, nama telur asin diambilkan dari nama istrinya, Nida.

Dalam satu pekan, produksinya rata-rata 200-300 telur. Telur yang masih segar itu dipilih khusus yang ukurannya besar, sementara yang kecil dimasak sendiri atau pun dibagikan kepada tetangganya. Sisa telur yang tidak dibuat telur asin, dijual mentah kepada para pengepul.

Bebek di kandang bisa menghasilkan sekitar 600 butir telur selama satu pekan. Untuk pemilihan telur sendiri, sudah disortir dulu sebelum diolah.

Produksi dimulai dengan memasukkan telur ke dalam campuran air, garam krosok, abu dan bata merah halus di ember. Kemudian setelah direndam bersama adukan abu, garam, batu bata selama 10 hari, telur dibersihkan dan kemudian dicek satu persatu menggunakan lampu senter di ruang gelap. Jika telur terlihat berwarna oranye kemerahan, berarti kualitasnya bagus.

“Sebelumnya ada yang komplain, karena telur yang mau digunakan untuk botok telur bebek warnanya hitam. Sejak saat itu, kami cek kualitas telur sebelum kami rebus. Setelah direbus pun, akan kami cek ulang lagi,” kata Karyadi kepada Langit7, Jum'at (10/9/2021).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pengusaha muslim wirausaha syariah pelaku umkm semarang
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya