home global news

Perdamaian atau Perang, Nasib Gaza Kini di Tangan Blinken

Rabu, 21 Agustus 2024 - 07:39 WIB
Perdamaian atau Perang, Nasib Gaza Kini di Tangan Blinken
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, berpacu dengan waktu untuk mendorong kemajuan cepat menuju kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera di Gaza saat mengunjungi Mesir pada Selasa. Namun, masih ada beberapa area perselisihan sengit yang harus segera diselesaikan dalam pembicaraan yang direncanakan untuk akhir pekan ini.

Blinken terbang ke Mesir dari Tel Aviv, di mana dia mengatakan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menerima "proposal jembatan" AS yang bertujuan untuk mempersempit kesenjangan antara kedua belah pihak setelah pembicaraan pekan lalu terhenti tanpa adanya terobosan. Dia menyerukan Hamas untuk juga menerima proposal tersebut sebagai dasar untuk pembicaraan lebih lanjut.

Kelompok militan Palestina itu belum secara eksplisit menolak proposal tersebut, tetapi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa itu menumbangkan apa yang sebelumnya disepakati, tanpa merinci bagaimana, dan menuduh Israel dan sekutunya AS memutar-mutar negosiasi dengan itikad buruk.

Di Mesir, Blinken bertemu Presiden Abdel-Fattah al-Sisi, yang negaranya telah membantu memediasi pembicaraan on-off Gaza selama berbulan-bulan bersama AS dan Qatar. Al-Sisi mengatakan setelah pertemuan itu bahwa sudah waktunya untuk mengakhiri perang dan memperingatkan tentang konflik yang meluas di kawasan itu.

Yang dipertaruhkan adalah nasib Gaza yang kecil dan padat, di mana kampanye militer Israel telah menewaskan lebih dari 40.000 orang sejak Oktober menurut otoritas kesehatan Palestina, dan para sandera yang tersisa yang ditahan di sana.

Perang di Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, ketika pejuang Hamas menyerbu ke komunitas Israel, membunuh sekitar 1.200 orang dan menculik sekitar 250 sandera, menurut hitungan Israel.

Pada Selasa, militer Israel mengatakan telah memulihkan jasad enam sandera dari selatan Gaza. Menurut otoritas Israel, 109 sandera kini tersisa di wilayah Palestina itu, di mana sekitar sepertiga dipercaya telah meninggal.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya