Kepala Militer Israel Mengakui Kesalahan 7 Oktober dalam Pidato Pengunduran Diri
Nabil
Kamis, 22 Agustus 2024 - 08:47 WIB
Kepala Militer Israel Mengakui Kesalahan 7 Oktober dalam Pidato Pengunduran Diri
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Dramatis! Kepala intelijen militer Israel yang akan segera lengser mengambil tanggung jawab penuh atas kegagalan negaranya mempertahankan perbatasan pada 7 Oktober lalu. Pengakuan mengejutkan ini disampaikan dalam upacara pengunduran dirinya pada hari Rabu.
Mayor Jenderal Aharon Haliva, veteran militer selama 38 tahun, telah mengumumkan pengunduran dirinya pada April lalu. Ia menjadi salah satu dari sejumlah komandan senior Israel yang mengakui kegagalan dalam memprediksi dan mencegah serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.
Baca juga: Tragedi di Gaza: Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Sekolah Penampungan
"Kegagalan korps intelijen adalah kesalahan saya," ucap Haliva dengan tegas dalam upacara tersebut. Ia juga menyerukan perlunya investigasi nasional "untuk mempelajari" dan "memahami secara mendalam" alasan-alasan yang menyebabkan perang antara Israel dan Hamas.
Serangan 7 Oktober telah mencoreng reputasi militer dan layanan intelijen Israel yang sebelumnya dianggap nyaris tak terkalahkan oleh kelompok bersenjata Palestina seperti Hamas.
Pada dini hari 7 Oktober, setelah gempuran roket yang intens, ribuan pejuang dari Hamas dan kelompok lainnya menerobos penghalang keamanan di sekitar Gaza. Mereka berhasil mengejutkan pasukan Israel dan mengamuk di komunitas-komunitas di Israel selatan.
Mayor Jenderal Aharon Haliva, veteran militer selama 38 tahun, telah mengumumkan pengunduran dirinya pada April lalu. Ia menjadi salah satu dari sejumlah komandan senior Israel yang mengakui kegagalan dalam memprediksi dan mencegah serangan paling mematikan dalam sejarah Israel.
Baca juga: Tragedi di Gaza: Serangan Israel Tewaskan Dua Orang di Sekolah Penampungan
"Kegagalan korps intelijen adalah kesalahan saya," ucap Haliva dengan tegas dalam upacara tersebut. Ia juga menyerukan perlunya investigasi nasional "untuk mempelajari" dan "memahami secara mendalam" alasan-alasan yang menyebabkan perang antara Israel dan Hamas.
Serangan 7 Oktober telah mencoreng reputasi militer dan layanan intelijen Israel yang sebelumnya dianggap nyaris tak terkalahkan oleh kelompok bersenjata Palestina seperti Hamas.
Pada dini hari 7 Oktober, setelah gempuran roket yang intens, ribuan pejuang dari Hamas dan kelompok lainnya menerobos penghalang keamanan di sekitar Gaza. Mereka berhasil mengejutkan pasukan Israel dan mengamuk di komunitas-komunitas di Israel selatan.