home edukasi & pesantren

Guru Besar UIN Protes Proyek Ruang Kerja 6,5 M Mendikbudristek

Jum'at, 10 September 2021 - 14:29 WIB
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof. Azyumardi Azra (foto: aminef.or.id)
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Azyumardi Azra, memprotes Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Mendikbud-Ristek), Nadiem Makarim. Menyusul rencana Kemendikbud-Ristek merenovasi ruang kerja Nadiem Makarim yang menelan anggaran pengerjaan proyek mencapai Rp6,5 miliar.

“Seharusnya pejabat seperti Mendikbud-Ristek tidak sampai menghabiskan anggaran sampai Rp5 milyar-an lebih untuk rencana renovasi ruang kerja sendiri. Pasti renovasi itu tidak mendesak,” kata Prof. Azyumardi, melalui akun Twitter-nya, Jumat (10/9/2021).

Prof. Azyumardi menilai dana sebesar itu lebih pantas digunakan untuk kebutuhan mendesak di bidang pendidikan. Dana itu bisa dimanfaatkan untuk membantu pendidikan anak-anak yang tertinggal karena wabah Covid-19. Selain itu, puluhan ribu siswa-siswi menjadi yatim piatu karena ditinggalkan ayah-ibu mereka.

“Seharusnya menteri yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan menunjukkan perilaku ber-kebudayaan, yaitu 'sense of crisis' dan sikap empati untuk membantu anak didik yang terkapar dan menolak menggunakan anggaran untuk hal tidak urgen,” kata Prof. Azyumardi.

Dalam situs Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), tender dibuka untuk penataan ruang kerja dan ruang rapat gedung A. Nilai pagu paket sebesar Rp6.500.000.000. sementara Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mencapai Rp5.391.858.505.

Pelaksana tugas Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud-Ristek, Anang Ristanto, mengatakan, renovasi tersebut dilakukan untuk menambah ruang kerja pejabat baru, staf khusus menteri, hingga ruang kerja Nadiem.

Renovasi dilakukan pada keseluruhan lantai 2 Gedung A Kemendikbud-Ristek merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2021 yang mengamanatkan penggabungan unsur riset dan teknologi. Ini menyebabkan perubahan struktur organisasi dan penambahan staf ahli menteri sebanyak 5 orang.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kemendikbudristek nadiem makarim prof azyumardi azra
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya