Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Irak: Makam Ali dan Cucu Nabi Jadi Tempat Wisata Riligi
Tim langit 7
Senin, 26 Agustus 2024 - 17:03 WIB
Perjalanan DR Mukhaer Pakkanna Menyusuri Irak: Makam Ali dan Cucu Nabi Jadi Tempat Wisata Riligi
LANGIT7.ID-Iraq; Sahabatku...Saya menapak jejak kaki ke kota Karbala, Irak, sejak Sabtu (24/5) tuk menyaksikan puncak prosesi Arbain, peristiwa kolosal ritual bagi penganut mashab syiah dunia. Sebelumnya,saya menapaki kota Najaf, tempat peristirahatan terakhir khalifah Ali bin Abi Thalib.
Jarak kota Karbala ke kota Najaf ibarat "sepelemparan batu", kisaran 80 kmatau 3hari jika berjalan kakidalam ritual masif Arbain Walk.Saya sendiri menikmati perjalanan itu, karena memiliki makna spritual, fenomenologis-sosiologis dan antropologis.
Sementara jarak dari negeri 1001 malam Baghdad kisaran 100 km. Kota Najafdan Karbala adalah 2 kota suci bagi penganut mashab Syiah. Kota Karbala adalah kota destinasi religidengan magnet utamanya adalah Maosoleum (pemakaman) imam Hussein ibn Ali, cucu tersayang Rasulullah, putera Ali Ibn Abi Thalib & Fatimah Az zahra putri tersayang Rasulullah.
Megnet makam keluargadan sahabat khalifah Ali, bermakna historikdan heroik ini kemudian dikapitalisasi menjadi obyek destinasiyang mendatangkan devisa dan getaran denyut kehidupan ekonomi bagi rakyat terutama usaha kecil di Karbala. Pun produk pangan dan peternakanyang surplus mampu mensuplai kehidupan masyarakat. Keberadaan sungai Eufratyang ikonikdalam jejak sejarah pernah dikuasai Alexander Agung. Sungai ini justru menyuplai airyang tak pernah kering sehingga ratusan spesies floradan fauna tetap survive. Inilah menjadi sumber devisa yg sangat menakjubkan.
Dan, tidak kalah dahsyat, sumber minyakyang surplus dan mampu mendongkrak gemerincing dinar masyarakat Karbala. Sekadar catatan, Irak berobsesi pada 2030 akan mampu meningkatkan produksi minyak sebesar 6 juta barel per hari. Kontradiksidengan ihwal itu, surplus devisa belum optimal berkorelasidengan penataan ruang wilayah dan sketsa kotayang baik. Di beberapa sudut kota masih dijumpai enclave kumuh, bahkan pengemismasih ada berserak.
Sahabatku...Saya kurang tahu, apa daerah ini masukdalam kategori kawasanyang oleh Richard Auty disebutsebagai "kutukan sumberdaya alam" (resource curse) atau paradox plenty? Terserah publik menilainya.
Jarak kota Karbala ke kota Najaf ibarat "sepelemparan batu", kisaran 80 kmatau 3hari jika berjalan kakidalam ritual masif Arbain Walk.Saya sendiri menikmati perjalanan itu, karena memiliki makna spritual, fenomenologis-sosiologis dan antropologis.
Sementara jarak dari negeri 1001 malam Baghdad kisaran 100 km. Kota Najafdan Karbala adalah 2 kota suci bagi penganut mashab Syiah. Kota Karbala adalah kota destinasi religidengan magnet utamanya adalah Maosoleum (pemakaman) imam Hussein ibn Ali, cucu tersayang Rasulullah, putera Ali Ibn Abi Thalib & Fatimah Az zahra putri tersayang Rasulullah.
Megnet makam keluargadan sahabat khalifah Ali, bermakna historikdan heroik ini kemudian dikapitalisasi menjadi obyek destinasiyang mendatangkan devisa dan getaran denyut kehidupan ekonomi bagi rakyat terutama usaha kecil di Karbala. Pun produk pangan dan peternakanyang surplus mampu mensuplai kehidupan masyarakat. Keberadaan sungai Eufratyang ikonikdalam jejak sejarah pernah dikuasai Alexander Agung. Sungai ini justru menyuplai airyang tak pernah kering sehingga ratusan spesies floradan fauna tetap survive. Inilah menjadi sumber devisa yg sangat menakjubkan.
Dan, tidak kalah dahsyat, sumber minyakyang surplus dan mampu mendongkrak gemerincing dinar masyarakat Karbala. Sekadar catatan, Irak berobsesi pada 2030 akan mampu meningkatkan produksi minyak sebesar 6 juta barel per hari. Kontradiksidengan ihwal itu, surplus devisa belum optimal berkorelasidengan penataan ruang wilayah dan sketsa kotayang baik. Di beberapa sudut kota masih dijumpai enclave kumuh, bahkan pengemismasih ada berserak.
Sahabatku...Saya kurang tahu, apa daerah ini masukdalam kategori kawasanyang oleh Richard Auty disebutsebagai "kutukan sumberdaya alam" (resource curse) atau paradox plenty? Terserah publik menilainya.