Politisi Garis Keras Israel Ben-Gvir Kembali Serukan Doa di Kompleks Masjid Al-Aqsa
Nabil
Selasa, 27 Agustus 2024 - 08:36 WIB
Politisi Garis Keras Israel Ben-Gvir Kembali Serukan Doa di Kompleks Masjid Al-Aqsa
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Menteri Keamanan Israel yang berhaluan keras, Itamar Ben-Gvir, kembali menyerukan agar umat Yahudi diizinkan berdoa di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Pernyataan ini menuai kritik tajam karena dianggap memperkeruh ketegangan saat negosiator gencatan senjata berupaya mencapai kesepakatan untuk menghentikan pertempuran di Gaza.
"Kebijakan di Bukit Bait Suci memperbolehkan berdoa di sana. Titik," kata Ben-Gvir kepada pewawancara Radio Tentara. "Perdana Menteri tahu ketika saya bergabung dengan pemerintah tidak akan ada diskriminasi. Muslim diizinkan berdoa dan orang Yahudi tidak diizinkan berdoa?"
Baca juga: Operasi Bantuan PBB di Gaza Terhenti Setelah Perintah Evakuasi Israel
Ketika ditanya apakah dia akan membangun sinagoga di situs tersebut jika bisa, Ben-Gvir menjawab "Ya, Ya."
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali posisi resmi Israel. Mereka menerima aturan yang sudah berlaku selama puluhan tahun yang membatasi doa non-Muslim di kompleks masjid, yang dikenal sebagai Bukit Bait Suci bagi umat Yahudi yang menghormatinya sebagai lokasi dua kuil kuno.
"Tidak ada perubahan pada status quo di Bukit Bait Suci," kata kantor Netanyahu.
Kompleks perbukitan di Kota Tua Yerusalem ini merupakan salah satu lokasi paling sensitif di Timur Tengah. Tempat ini suci bagi umat Islam dan Yahudi, serta sering menjadi pemicu konflik berulang.
"Kebijakan di Bukit Bait Suci memperbolehkan berdoa di sana. Titik," kata Ben-Gvir kepada pewawancara Radio Tentara. "Perdana Menteri tahu ketika saya bergabung dengan pemerintah tidak akan ada diskriminasi. Muslim diizinkan berdoa dan orang Yahudi tidak diizinkan berdoa?"
Baca juga: Operasi Bantuan PBB di Gaza Terhenti Setelah Perintah Evakuasi Israel
Ketika ditanya apakah dia akan membangun sinagoga di situs tersebut jika bisa, Ben-Gvir menjawab "Ya, Ya."
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera mengeluarkan pernyataan yang menegaskan kembali posisi resmi Israel. Mereka menerima aturan yang sudah berlaku selama puluhan tahun yang membatasi doa non-Muslim di kompleks masjid, yang dikenal sebagai Bukit Bait Suci bagi umat Yahudi yang menghormatinya sebagai lokasi dua kuil kuno.
"Tidak ada perubahan pada status quo di Bukit Bait Suci," kata kantor Netanyahu.
Kompleks perbukitan di Kota Tua Yerusalem ini merupakan salah satu lokasi paling sensitif di Timur Tengah. Tempat ini suci bagi umat Islam dan Yahudi, serta sering menjadi pemicu konflik berulang.