Gus Muhaimin Evaluasi Pelaksanaan PTM, Minta Pemerintah Dengarkan Aspirasi Rakyat
Muhajirin
Jum'at, 10 September 2021 - 18:48 WIB
Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar (foto: dpr.go.id)
Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), meminta pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat terkait pembelajaran tatap muka (PTM) selama hampir dua pekan terakhir.
Dia menyebut ada sejumlah hal yang menjadi perhatian dan menjadi kekhawatiran, sehingga harus dievaluasi bersama dengan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Salah satu yang menjadi kekhawatiran orang tua murid adalah pengawasan anak-anak di sekolah. Sebab, masih ditemukan siswa berkerumun, baik di sekolah maupun saat pulang sekolah.
“Tentunya hal semacam itu membuat orang tua khawatir, mengingat virus corona masih ada walaupun di beberapa daerah sudah terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif,” kata Gus Muhaimin melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).
Maka itu, kata dia, pengawasan sekolah harus lebih ketat. Bukan hanya saat di sekolah saja, tapi sampai anak-anak murid tiba di rumah dengan selamat.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan Dinas Pendidikan daerah agar memperhatikan kondisi sekolah yang menerapkan PTM terbatas. PTM harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan Penyelanggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Kesiapan ruang belajar hingga lingkungan sekolah sesuai standar yang berlaku di era pandemi harus betul-betul dilakukan. Dinas Pendidikan daerah harus memastikan murid terus menjaga jarak dan memakai masker, dan toilet sekolah harus higienis.
Gus Muhaimin juga menyoroti sejumlah orang tua yang tak mengizinkan anak mereka mengikuti sekolah tatap muka. Dia meminta pihak sekolah memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk siswa yang masih belajar dari rumah.
Dia menyebut ada sejumlah hal yang menjadi perhatian dan menjadi kekhawatiran, sehingga harus dievaluasi bersama dengan mendengarkan aspirasi dari masyarakat. Salah satu yang menjadi kekhawatiran orang tua murid adalah pengawasan anak-anak di sekolah. Sebab, masih ditemukan siswa berkerumun, baik di sekolah maupun saat pulang sekolah.
“Tentunya hal semacam itu membuat orang tua khawatir, mengingat virus corona masih ada walaupun di beberapa daerah sudah terjadi penurunan kasus terkonfirmasi positif,” kata Gus Muhaimin melalui keterangan tertulis, Jumat (10/9/2021).
Maka itu, kata dia, pengawasan sekolah harus lebih ketat. Bukan hanya saat di sekolah saja, tapi sampai anak-anak murid tiba di rumah dengan selamat.
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengingatkan Dinas Pendidikan daerah agar memperhatikan kondisi sekolah yang menerapkan PTM terbatas. PTM harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang panduan Penyelanggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.
Kesiapan ruang belajar hingga lingkungan sekolah sesuai standar yang berlaku di era pandemi harus betul-betul dilakukan. Dinas Pendidikan daerah harus memastikan murid terus menjaga jarak dan memakai masker, dan toilet sekolah harus higienis.
Gus Muhaimin juga menyoroti sejumlah orang tua yang tak mengizinkan anak mereka mengikuti sekolah tatap muka. Dia meminta pihak sekolah memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik untuk siswa yang masih belajar dari rumah.