Supaya Tidak Gampang Marah Hanya karena Hal Sepele, Simak Kata Ustaz Nuzul Dzikri
Lusi mahgriefie
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 13:00 WIB
Ustaz Nuzul Dzikri.Foto/ist
Sering dari kita mudah tersulut emosi lalu gampang marah karena hal-hal yang terbilang sepele. Bahkan ada yang tidak sengaja marah, sebab mungkin sudah terbiasa dengan tabiat ini.
Padahal salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain adalah marah. Orang yang tidak bisa menahan amarahnya termasuk orang yang rugi. Begitupun sebaliknya, orang yang menahan amarahnya akan mendapat banyak keutamaan.
Sebagai seorang Muslim wajib mengetahui bahwa marah adalah perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Termaktub dalam Al Quran dan hadits yang menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menahan marah.
Allah Swt berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 133-134:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Baca juga:Jangan Salah Kaprah! Ini Pandangan Ustaz Adi Hidayat Soal Air Doa
Dalam beberapa hadits disebutkan, di antaranya hadits riwayat Ath-Thabrani.
Padahal salah satu perbuatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain adalah marah. Orang yang tidak bisa menahan amarahnya termasuk orang yang rugi. Begitupun sebaliknya, orang yang menahan amarahnya akan mendapat banyak keutamaan.
Sebagai seorang Muslim wajib mengetahui bahwa marah adalah perbuatan yang dilarang karena dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Termaktub dalam Al Quran dan hadits yang menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menahan marah.
Allah Swt berfirman dalam QS. Ali Imran ayat 133-134:
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
Baca juga:Jangan Salah Kaprah! Ini Pandangan Ustaz Adi Hidayat Soal Air Doa
Dalam beberapa hadits disebutkan, di antaranya hadits riwayat Ath-Thabrani.