Mendag Zulkifli Hasan: Surplus Perdagangan Indonesia 50 Bulan Berturut-turut, Ekonomi Tumbuh di Atas 5%
Nabil
Jum'at, 30 Agustus 2024 - 15:06 WIB
Mendag Zulkifli Hasan saat memberikan sambutan di Jakarta Halal Expo and Conference, Ice BSD, Jumat (30/8/2024).
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan di sektor perdagangan dengan surplus selama 50 bulan berturut-turut. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengungkapkan pencapaian ini dalam sambutannya pada acara Jakarta Halal Expo and Conference 2024.
"Kita syukuri Indonesia 50 bulan lebih surplus. Jadi kita ini termasuk negeri yang terbaik sekarang ini," ujar Zulkiflidi Jakarta Halal Expo and Conference, Ice BSD, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan bahwa surplus berkelanjutan ini menandakan ekonomi Indonesia yang produktif.
Baca juga: Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp2.650 Triliun, Didominasi Pasar Modal
Zulkifli juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5%, melampaui banyak negara lain. "Ekonomi kita tumbuh di atas lima (persen). Ini peluang," tegasnya. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat kondisi global yang penuh tantangan.
Zulkifli membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara lain. "Inflasi kita rendah. Turki itu inflasinya 80%. Kita cuma 2,61%," jelasnya. Angka inflasi yang terkendali ini menjadi indikator stabilitas ekonomi nasional.
Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah menempuh dua strategi utama. Pertama, melindungi industri lokal dengan mengendalikan impor. Kedua, mengatasi hambatan perdagangan melalui perjanjian dagang dengan negara-negara mitra.
"Kita syukuri Indonesia 50 bulan lebih surplus. Jadi kita ini termasuk negeri yang terbaik sekarang ini," ujar Zulkiflidi Jakarta Halal Expo and Conference, Ice BSD, Jumat (30/8/2024).
Ia menambahkan bahwa surplus berkelanjutan ini menandakan ekonomi Indonesia yang produktif.
Baca juga: Aset Keuangan Syariah Indonesia Tembus Rp2.650 Triliun, Didominasi Pasar Modal
Zulkifli juga menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas 5%, melampaui banyak negara lain. "Ekonomi kita tumbuh di atas lima (persen). Ini peluang," tegasnya. Pencapaian ini semakin istimewa mengingat kondisi global yang penuh tantangan.
Zulkifli membandingkan kondisi ekonomi Indonesia dengan negara lain. "Inflasi kita rendah. Turki itu inflasinya 80%. Kita cuma 2,61%," jelasnya. Angka inflasi yang terkendali ini menjadi indikator stabilitas ekonomi nasional.
Untuk mempertahankan tren positif ini, pemerintah menempuh dua strategi utama. Pertama, melindungi industri lokal dengan mengendalikan impor. Kedua, mengatasi hambatan perdagangan melalui perjanjian dagang dengan negara-negara mitra.